BLOOMING [END]

BLOOMING [END]

  • WpView
    Reads 95,944
  • WpVote
    Votes 5,372
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 20, 2026
"For the ones who still believe in a magic part of growing up, you were made to bloom." Bagi Gea tinggal sendirian di Bandung bukanlah hal sulit, lagi pula hidupnya memang sudah berantakan sejak hari dimana peti mati sang ibunda menyatu dengan bumi. Baru ia menata kembali potongan hatinya, sebuah fakta tentang kesalahan ayahnya yang membawa jiwa tidak berdosa lain hadir ke bumi seolah kembali menariknya dalam kubangan lumpur. Ironisnya, dia menipu semua orang dengan bertingkah bahwa semua bukan apa-apa baginya ketika kenyataannya duka tidak berujung itu selalu menghantuinya. Tersenyum dan menebar kebahagiaan adalah caranya berkamuflase untuk bertahan hidup. Sayangnya, Areksa terlalu pandai dalam menilai seseorang. Bukannya berhenti dan memilih mundur kala temannya lebih dulu mengincar Gea sebagai target permainannya, Areksa terus maju memperjuangkan gadis itu. Alasannya hanya satu, Areksa terlanjur melihatnya tersenyum dan menangis dalam satu waktu bersamaan. Kata orang, dia hanya ingin menjadi sosok pahlawan bagi Gea. Tapi bagaimana jika sejak awal bukan itu tujuan Areksa? This book is for you, tentang sebuah perjalanan cinta, arti penting keluarga, dan hangatnya sebuah simpul persahabatan. started: 24 April, 2024 finished: 08 February, 2025 copyright©: flourvelvet
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JUST BE MINE [END]
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Eramnesia
  • Andira [End]
  • Ares✔ [Proses Revisi]
  • BEDA DUNIA
  • When the Rain Stops Following Me
  • Someone in the viewfinder

⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA "Kenapa lo nggak biarin gue menang, sih? Kenapa lo mala lempar bola itu ke gue?!" teriak Naina. "Buat apa gue lakuin hal itu sama lo? Sementara lo nggak pernah anggap gue ada!" jawab Gama dengan wajah datarnya. "Apa lo lakuin itu karena lo emang masih benci sama gue?" tanya Naina. "Iya, karena gue benci sama lo." "Apa?" "Lo emang egois, Nai. Lo selalu mikirin perasaan lo sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain." "Iya, gue emang egois. Lo tahu perangai gue, 'kan? Seharusnya lo nggak perlu kaget lagi dengan perangai buruk gue," ujar Naina dengan kedua tangannya yang mengepal kuat. Gama memejamkan sejenak kedua matanya lalu mencengkram kuat kedua bahu Naina. "Apa lo pernah mikir sekali ... aja gimana sedihnya seseorang yang sayang sama lo saat lihat lo terluka dan lebih memilih diam seperti orang bodoh saat semua orang nggak henti-hentinya berargumen buruk tentang lo?" --Terkadang, cara terbaik dalam memecahkan masalah adalah berhenti untuk peduli. Itulah yang saat ini Naina lakukan, ia sudah cukup lelah menjelaskan semuanya. Makanya, ia lebih memilih untuk diam dan berhenti untuk perduli.-- Ini tentang Naina, gadis cantik namun mempunyai kepribadian yang dingin dan sedikit kasar. Ia mendapatkan julukan 'si kulkas berjalan' di sekolahnya. Karena sikap dinginnya itulah membuat semua orang salah mengartikan tentang dirinya dan menganggap Naina aneh. Namun, siapa yang menyangka jika dibalik wajah dingin dan tatapan tajamnya itu ternyata menyimpan segudang rahasia besar? Naina Aldebaran, menceritakan konflik persahabatan, keluarga, dan percintaannya yang penuh misteri. @Naina_Aldebaran

More details
WpActionLinkContent Guidelines