Forgive Me, Mom [END]

Forgive Me, Mom [END]

  • WpView
    Reads 2,240,392
  • WpVote
    Votes 188,829
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 22, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Ma, bisakah Mama pergi dari rumah ini?" Wanita yang tengah mengepang rambut panjang gadis kecilnya itu tertegun mendengar permintaannya. Apakah ia salah dengar? Bagaimana mungkin gadis kecilnya yang baru berusia enam tahun mengatakan ingin dirinya pergi dari rumah mereka. Itu sangat menyakitkan. "Aku ingin Tante Sarah menjadi mamaku juga. Aku sangat suka dengan Tante Sarah. Dia sangat cantik dan baik pada kami. Tante Sarah juga lebih menyukai rambutku yang terurai daripada dikepang seperti yang sering Mama lakukan. Tante Sarah juga sangat menyukai papa dan papa juga sangat menyukai Tante Sarah daripada, Mama. Benarkan, Ma?" Cover by : rvachici__ ●●●
All Rights Reserved
#3
anakkembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayah, Kakakku Sempurna (2) [TAMAT]
  • Dear Future (new version)
  • 1 Cinta 2 hati (Tamat)
  • Little Sister? (Completed)
  • Istri Cadangan
  • Saudara Tiri (HIATUS)
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • Mama! [✔️]
  • Become a Great Mom [Completed]
  • ANDAI AKU BISA

Kelanjutan dari SURAT-SURAT KAKAK Semua bertumpuk. Aku gay. Aku tidak akan menyangkalnya, karena aku sudah aktif dalam SSE (same sex experience) meski aku tidak menginginkan setidaknya dalam kondisi sadar. Tetap saja aku lebih dari sekedar SSA(same sex attraction). Aku, setelah belasan tahun menjalani terapi belum bisa tertarik secara romansa ke perempuan sebagaimana halnya aku dengan laki-laki. Dan ini yang membuatku menangis, aku bahkan masih menyimpan rasa pada Martin. Meski ia sudah menghancurkan hidupku, aku tak bisa memungkiri rasa itu masih ada. Ditambah kekerasan seksual yang kualami mengakibatkan aku menderita fugue amnesia dan post traumatic stress disorder. Aku nyeri membayangkan akan mengorbankan masa depan seorang perempuan dan mungkin anak-anakku jika harus mendampingi seumur hidup lelaki sepertiku. "Jangan paksa Tandrie untuk menikah, Pa." Akhirnya kata itu meluncur dari bibirku. Ini penolakan pertamaku sebagai anak papa. Aku sanggup untuk memenuhi keinginan papa yang lain, tapi tidak untuk itu. "Maaf Tandrie tidak bisa menyempurnakan separuh agama Tandrie." #StraightPride

More details
WpActionLinkContent Guidelines