Bima dan Ceritanya | LEE JENO

Bima dan Ceritanya | LEE JENO

  • WpView
    Reads 290
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
"Sal, kita kan udah kenal dari lama, ya?" ucap Bima. "Terus?" Bima menganggukkan kepalanya yang masih dia rebahkan di kasur, "Kita juga temenan udah lama, keluarga juga udah saling kenal, semua cerita juga udah kita ceritain semuanya." Salma mendengarkan Bima berbicara sambil terus menggambar susuatu yang ingin dia gambar. "Kalau di umur dua puluh tujuh tahun, kita sama-sama belum punya pasangan. Lo mau nggak nikah sama gua?" ucap Bima, fokusnya beralih ke arah Salma duduk. Salma tanpa berpikir panjang langsung membalikkan badan, tidak peduli dengan gambarnya yang sudah tercoret karena dia kaget sekaligus senang mendengar ucapannya Bima. "Mau. Janji, ya," Salma berdiri dari duduknya menghampiri Bima hanya untuk menautkan jari kelingking mereka masing-masing. Bima tersenyum, "Janji," haniioktav24, 2023 | BIMA
All Rights Reserved
#986
kisahremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • friend
  • Broken melodies
  • Eighteen ✅️ [LENGKAP]
  • DREAM'S SQUAD || 00L [NCT Dream] ✔
  • EMBRACING TOMORROW: Hello Future [END] | REVISI
  • Can I Have You?  [Yang Jungwon]
  • The Shades [Selesai]

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines