Flower Evil

Flower Evil

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang Aruna Chandrika Daneswara Gadis yang begitu indah nan mempesona tapi dalam dirinya terdapat banyak sekali luka. Bunga yang indah tapi berduri tajam Aruna hanya ingin hidup semestinya remaja pada umumnya tidak dengan selalu di awasi oleh bodyguard suruhan papinya yang setiap saat memantau kegiatan Aruna "STOP'' sambil menghentakan kaki Aruna berbalik ''Lu mau ngikutin gua sampai ke dalam yakin'' satu aggukan di berikan Arga dengan ekspresi datar dan lempeng yang tak lain Bodyguard yang mengikuti Aruna " Lu mau pergi atau gua buka semua baju gua di sini depan mata lu" ancam Aruna sambil bersiap membuka satu kancing tengah dari bajunya "Baik nona saya tunggu 3 jam dari sekarang dan saya akan balik lagi" Dengan kegilaanya tadi Bodyguard Aruna pergi dan membiarkan Aruna masuk ke dalam sebuah bar
All Rights Reserved
#300
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • My Name Is Erwinda
  • ANANTHA
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • TRAUMA
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • Kala Cinta Bertumbuh dan Berlabuh [COMPLETED ✔️]
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines