27 bab Lengkap Aku, hidup dengan standar tinggi yang kupasang sendiri. Aku perfeksionis, takut gagal, dan membenci ketidakpastian. Bagiku, jika aku tidak bisa menjadi yang terbaik, maka aku tidak ada artinya.
Lalu datang Agra-laki-laki yang terlalu blak-blakan, terlalu berisik, dan tidak ragu membicarakan luka-lukanya di depan orang lain. Aku tidak mengerti bagaimana dia bisa begitu santai menghadapi hidup, sementara aku terus berjuang agar segalanya tampak sempurna.
Kami berteman-atau mungkin tidak. Hubungan kami lebih seperti perdebatan tanpa akhir, saling mempertanyakan prinsip hidup satu sama lain. Namun, semakin lama aku sadar, masalahku bukan tentang Agra atau orang lain. Ini tentang aku. Tentang bagaimana aku harus berhenti mengejar kesempurnaan dan mulai menerima bahwa aku manusia yang punya luka.
Ketika semua orang berpikir aku akan jatuh cinta, aku justru memilih sesuatu yang lebih berharga-diriku sendiri. Untuk pertama kalinya, aku ingin fokus pada masa depanku, bukan pada cinta yang bisa menahanku dalam lingkaran yang sama.