Fair is Rotten

Fair is Rotten

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 23, 2023
"ENYAHLAH!! KAU TIKUS COMBERAN ." "Kedamaian? Katanya kedamaian untuk semuanya? Apakah ini adil?" Benak anak itu. Kedua tangannya memegangi kepalanya untuk menghindari tabrakan keras. "Apakah seorang bisa merusak masa depan dan membawa bencana hanya dengan hidup dan berdiri?" Benak anak itu lagi. Kelahirannya tidak diinginkan, orang menangis karena kelahirannya, dan bahagia dengan kematiannya.. Ada yang lahirnya ditunggu semua orang, disukai semua orang. Apakah itu adil? Pikir Freya. Seorang gadis berumur 15 tahun yang tidak tahu siapa ibu kandungnya. Freya sangat setuju dengan perkataan Macbeth, "Busuk itu adil, adil itu busuk".
All Rights Reserved
#59
romens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Shena dan Luka
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • A Z H E V A N
  • TRAUMA

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines