Thank you, Sabian

Thank you, Sabian

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 20, 2025
Alini benci Liam. Semua kasih sayang dan perhatiannya palsu. Mimpi buruk jauh lebih baik bagi Alini dari pada dibohongi oleh semua cinta yang Liam pernah berikan. Keputusan yang Liam ambil saat malam itu menghancurkan semuanya, termasuk pertemanannya dengan Sabian juga Jovan. Semua peran Liam dihidup Alini perlahan-lahan mulai ditempati dengan baik oleh Sabian. "Terima kasih banyak lo mau mampir ke hidup gue Bian, gue bahagia bisa kenal sama lo, tapi gue belum bisa Nerima lo Bian." Alvar, tatapan mata anak baru itu.. Siapa dia? Akan kah Alini membuka hatinya untuk Sabian, lelaki baik yang menjadi teman dekatnya atau lelaki dengan mata penuh makna? "Alin, Bian dijodohinnn!" "Apa?" Atau hubungan keduanya takkan berakhir indah?
All Rights Reserved
#767
kebencian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Last Love
  • AIRA [On Going]
  • Don't Talk About Money
  • Another People [TERBIT]
  • F A K E ? [End]
  • Jebakan Cinta si Bucin (COMPLETED) ✓
  • Persona
  • RION IS MY MANTAN!

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines