MORS
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Wed, May 14, 2025
"Kemana kita pergi saat kita mati?" Aku tidak mengharapkan jawaban, tentu. Tapi kakakku, Jove, membisikkan jawaban tanpa ragu-ragu. "Ketiadaan." Saat itu Jove menjawabku berdasarkan logika. Aku jadi ingin tahu, bagaimana jawabannya sekarang seandainya aku menanyakannya lagi? **** Ketika Kematian tak dapat menjangkau manusia, muncul Tanda di tubuh mereka sebagai token bahwa waktu mereka di dunia telah berakhir. Sanggupkah manusia saling membinasakan untuk menjaga keseimbangan dunia?
All Rights Reserved
#107
sisters
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kehidupan Kedua (Buku 2)
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • TRANSMIGRASI BERDARAH (END)
  • The Villain Want to Die (END)
  • Touch Your Heart | END
  • I'm Serious! [End]
  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Figuran: Change Destiny of The Antagonist (tersedia pdf)

Ketika hidup telah berakhir. Ketika jiwa telah berpisah dengan raga. Ke mana kah kita akan pergi? Surga? Atau Neraka? Bagaimana jika kita mengulang kembali hidup ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines