Story cover for MORS by aymarthak
MORS
  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 32
Complete, First published Feb 23, 2023
"Kemana kita pergi saat kita mati?"

Aku tidak mengharapkan jawaban, tentu. Tapi kakakku, Jove, membisikkan jawaban tanpa ragu-ragu.

"Ketiadaan."

Saat itu Jove menjawabku berdasarkan logika. Aku jadi ingin tahu, bagaimana jawabannya sekarang seandainya aku menanyakannya lagi?

****

Ketika Kematian tak dapat menjangkau manusia, muncul Tanda di tubuh mereka sebagai token bahwa waktu mereka di dunia telah berakhir. Sanggupkah manusia saling membinasakan untuk menjaga keseimbangan dunia?
All Rights Reserved
Sign up to add MORS to your library and receive updates
or
#109pandemi
Content Guidelines
You may also like
TOXIC RELATIONSHIT [END] by shennalight
65 parts Complete
WARNING!! PART LENGKAP DAN SIAP-SIAP PATAH HATI! 𝓙𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓰𝓪𝓷𝓽𝓾𝓷𝓰𝓴𝓪𝓷 𝓱𝓲𝓭𝓾𝓹 𝓹𝓪𝓭𝓪 𝓼𝓲𝓪𝓹𝓪𝓹𝓾𝓷 𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓼𝓲𝓪𝓹𝓪𝓹𝓾𝓷 𝓲𝓽𝓾 𝓹𝓪𝓼𝓽𝓲 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲. _________ HAPPY KIYOWO_________ Pernahkah kalian dibanding-bandingkan dengan adik sendiri sampai berusaha keras untuk mendapat nilai yang bagus untuk mempertahankan harga diri di depan orang tua? Pernahkah kalian merasa kehidupan terlalu tak adil baik di keluarga, percintaan maupun pertemanan? Adakah yang pernah dipukuli ayahnya sampai merasa lebih memilih mati saja? Adakah yang membenci orang tua karena sudah jadi penyebab penderitaan dan kehancuran keluarga? Hidup itu tak adil untuk semua orang, tak ada yang terlalu bahagia di dunia ini. Berharap kebahagiaan itu datang? Sudahlah, harapan hanyalah sebuah gerbang menuju kekecewaan. Kita adalah kumpulan luka yang mencari tempat untuk sekadar singgah. Pahit yang diterima dan patah yang takkan pernah utuh adalah bagian dari perjalanan untuk menemukan rumah, langkah tak berarah mencari rumah yang telah dirampas semesta. Dunia terlalu kejam atau diri ini yang terlalu lemah? Sakit ini bukan sakit biasa tapi apakah pantas untuk seorang seperti diri ini menyerah pada keadaan? Sungguh tak ada harga diri lagi jika kata menyerah itu terucap tapi rasa-rasanya untuk berjuang sudah tak punya tenaga lagi. Apakah ada jalan untuk menuntaskan derita ini? Terluka sendiri dan bangkit sendiri, memberi perekat pada hancur tak terikat. Jangankan mati, hidup sudah terasa seperti neraka. Start 9 Maret 2022 Finish 11 Juli 2022
You may also like
Slide 1 of 8
Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi] cover
2 Reflection cover
Iyrin : Di Balik Sayap dan Bisikan (HIATUS) cover
TOXIC RELATIONSHIT [END] cover
The Archive Of Forgotten Realms cover
Fireflies cover
Fractures of Time cover
Kehidupan Kedua (Buku 2) cover

Capuccino Sore Itu ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]

46 parts Complete

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja