OUR BELOVED MEMORIES

OUR BELOVED MEMORIES

  • WpView
    LECTURAS 136
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 30, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetassma
Aku masih ingat hari itu, hari dimana aku harus pergi merantau. Air mata membasahi pipi saat aku memeluk erat orang tuaku. Merantau bukanlah hal yang diinginkannya, pergi jauh dari orang tua. Tapi demi masa depan, mau tidak mau itu harus dilakukan. Hidup di kota baru tidak selalu mudah. Aku harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Aku harus belajar untuk hidup mandiri, mengatur keuangan, dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Aku juga harus belajar untuk menghadapi berbagai masalah dan konflik yang muncul di lingkungan baru. Terlebih aku harus menghapus bayang-bayang masa lalu yang tidak menyenangkan di hati dan memulai dengan diri yang baru. "Ini bukan keputusan yang mudah bagiku. Aku masih mencintainya, tapi aku tahu bahwa hubungan ini tidak akan pernah sama lagi. Aku tidak ingin terus menerus dihantui oleh rasa sakit dan pengkhianatan." "Pernah sepercaya itu. Tapi, yang namanya pernah belum tentu selamanya." Aku ingin memulai hidup baru, tanpa rasa sakit dan tanpa bayang-bayang masa lalu. Namun, ketika aku memulai dengan diri yang baru di lingkungan baru, masalah muncul satu demi satu. Apakah masalahnya akan sama dengan masa lalu? Atau berbeda?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido