Mengingat Dan Melupakan

Mengingat Dan Melupakan

  • WpView
    LETTURE 985
  • WpVote
    Voti 123
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadPer adultiCompleta lun, mag 12, 2025
Di sebuah gedung berdinding kaca tepatnya di lantai enam, kamar kerjanya mengadap ke arah jalanan, serta dapat melihat ke arah manapun, sejauh mata memadang maka siapapun dapat menemukan tugu yang menjadi bangunan ikonik di pusat ibu kota negara. Gadis itu berdiri di balik didnding kaca, matanya sedari tadi menerawang ke bagain taman di bawah sana sambil terus bericara dengan seseorang melalui sambungan telepon. " Rei...jujur gue kasihan, entah apa yang terjadi sama kalian di masa lalu " gadis itu menghembuskan napas, matanya masih melekat pada sosok di bawah sana " mungkin ada alasan kenapa lo begini, tapi apapun itu...coba lo lihat dia sebentar aja..." Gadis itu menahan napas mendengar apa yang katakan lawan bicaranya. " Apa lo nggak tersentuh sama sekali dengan perjuangan dia Reii ? " Tiba-tiba matanya membulat menajam, dengan degub jantungnya yang berdetak kencang. dia tidak kenal pria itu, tapi dia sudah mengetahui keberadaanya yang selalu menunggu di taman itu selama lima hari ini. Dia yang paling tahu, paling mengenali kebiasaan pria itu. Dan apa yang terjadi saat ini sungguh membuatnya terkejut. " Jatuh ! " gadis itu bergumam nyaris tak terdengar, saat matanya benar-benar membidik sasasarannya. " Ya tuhan...pria itu jatuh Rei..dia jatuh ! " kali ini dia berteriak entah kepada siapa. Terdengar suara di telepon menjerit lebih histeris.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Eimaikala
  • Galang dan Naura ✔
  • Rekal Rara [END]
  • TEPI EMOSI (End)
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • The Game
  • The Girl Who Forgot Us [END]
  • ADVINES [TERBIT]
  • HATRED [On Going]
  • BATASAN CINTA

"disetiap pertemuan pasti ada perpisahan entah itu karena takdir atau memang orang itu lah yang ingin pergi." _ Arasya seorang gadis dengan segudang luka dihatinya membuat ia berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya, namun seakan tuhan belum puas menghukum gadis lemah itu terus saja memberi cobaan silih berganti. "Sya, jangan jadiin gue rumah berteduh lo, ya. Cukup jadiin gue sebagai bahu saat lo lemah aja. Karena kalau gue jadi rumah suatu saat bangunan itu bakal roboh, entah itu karena termakan usia atau sengaja dirobohkan." "Zer .... " "lo harus bahagiain diri lo sendiri, kalau bukan lo yang buat diri lo bahagia lalu siapa lagi?" _ Start : 29/10/21 End : _

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti