Story cover for KHALWAT by Pemulung_Rasa
KHALWAT
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 23, 2023
Dunia dilahirkan oleh cinta, dari cinta, dengan cinta, untuk cinta. Semesta adalah samudra cinta tanpa batas. Setiap embus napas yang keluar dari beragam hidung manusia adalah napas cinta. Setiap gerak sehelai rambut adalah gerak cinta. Setiap lambaian daun meski hanya sepersekian mili adalah lambaian cinta. Setiap gerakan dari bagian tubuh manusia melahirkan desis dan gelombang cinta. Kibasan tangan petani kala mengusap kening yang dikangkangi keringat kala mencangkul lahan tandus yang sangat jarang merasakan pupuk karena tak terjangkau, dan sebentar lagi akan dibangun pabrik atau jalan tol itu adalah usapan dan kibasan cinta untuk cinta. 

Namun, apa sejatinya cinta? Apakah cinta itu semacam tahi kucing yang menjadi bunga pasir? Ataukah cinta itu semacam alat perniagaan untuk mendapatkan keuntungan dan kepuasan?  Ataukah cinta itu hanyalah kepalsuan yang ditawarkan dengan wajah  intan yang berseri-seri dan memikat hati? Atau apakah sebaiknya kita tak usah lagi berbicara tentang cinta, sebab cinta tak akan ada habisnya untuk dibicarakan, dan ketimbang kita menambah najis dan sampah pada cinta itu sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add KHALWAT to your library and receive updates
or
#5sufisme
Content Guidelines
You may also like
WISHES. by kimteain99
36 parts Complete
Informasi: Sebaiknya apabila mau membaca tulisan saya, dipertimbangkan terlebih dahulu, masalahnya beberapa bab terakhir ada yang dihapus dan dipindahkan ke KaryaKarsa. Sekian. *** Penghianatan yang Natan lakukan sangat berdampak besar dalam perubahan hidupnya, ketika akhirnya Keira memutuskan pergi. Natan mendadak kehilangan diri dan merasa hampa tanpa hadirnya sosok Keira. Akhirnya Natan menyadari bahwa Keira memilik arti penting dalam hidupnya. Natan sangat berharap ia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka. Namun Keira lebih memilih pergi dibanding bertahan. Dalam satu kesempatan mereka kembali dipertemukan. Namun pertemuan itu justru banyak melukai hati Natan; di mana Keira hadir bukan sebagai miliknya melainkan Ridwan, sang kakak. Ya, Keira gadis yang ia cintai dan rindukan datang sebagai tunangan sang kakak. Itu justru membuat sejuta garis luka dalam sekujur tubuhnya. Akan tetapi, Natan tetap memperjuangkan cintanya. Meski Keira yang sekarang rada cuek dan tentu saja membencinya. Walau demikian, Natan terus berusaha mengambil simpati Keira meski pada kenyataannya hanya sakit hati yang didapat sewaktu hati Keira dijatuhkan sepenuhnya pada Ridwan. Sakit? Tentu saja. Dan rasa sakit Natan lebih tak terelakan sewaktu melihat gadis yang dicintai kembali dilukai. Hal yang pernah mematahkan hati Keira kembali terjadi. Bahkan kali ini jauh lebih besar. Sampai Natan sendiri dapat melihat bahwa api cinta dalam diri Keira seketika itu mati. Lantas apa yang akan terjadi ke depannya? Akankah Natan mampu memperjuangkan Keira di saat hati gadis itu telah mati untuk sesuatu yang dinamakan cinta?
NOESIS [END] by Reisen_San
21 parts Complete
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
You may also like
Slide 1 of 10
MY HOPE IS YOU (END) cover
Serangga Asparagus cover
WISHES. cover
Mahligai Cinta [END]✓ cover
DALAM DETAK (SELESAI) cover
MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU cover
Yang Pernah Patah cover
NOESIS [END] cover
BY MY SIDE cover
Warna Yang Hilang cover

MY HOPE IS YOU (END)

50 parts Complete Mature

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".