KHALWAT
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia dilahirkan oleh cinta, dari cinta, dengan cinta, untuk cinta. Semesta adalah samudra cinta tanpa batas. Setiap embus napas yang keluar dari beragam hidung manusia adalah napas cinta. Setiap gerak sehelai rambut adalah gerak cinta. Setiap lambaian daun meski hanya sepersekian mili adalah lambaian cinta. Setiap gerakan dari bagian tubuh manusia melahirkan desis dan gelombang cinta. Kibasan tangan petani kala mengusap kening yang dikangkangi keringat kala mencangkul lahan tandus yang sangat jarang merasakan pupuk karena tak terjangkau, dan sebentar lagi akan dibangun pabrik atau jalan tol itu adalah usapan dan kibasan cinta untuk cinta. Namun, apa sejatinya cinta? Apakah cinta itu semacam tahi kucing yang menjadi bunga pasir? Ataukah cinta itu semacam alat perniagaan untuk mendapatkan keuntungan dan kepuasan? Ataukah cinta itu hanyalah kepalsuan yang ditawarkan dengan wajah intan yang berseri-seri dan memikat hati? Atau apakah sebaiknya kita tak usah lagi berbicara tentang cinta, sebab cinta tak akan ada habisnya untuk dibicarakan, dan ketimbang kita menambah najis dan sampah pada cinta itu sendiri.
All Rights Reserved
#7
sufisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Yang Pernah Patah
  • WISHES.
  • Serangga Asparagus
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • BROKEN HEART [END]
  • BY MY SIDE
  • Narasi patah hati
  • DALAM DETAK (SELESAI)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines