Graha
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 31, 2024
"Aku bisa menjadi rumahmu Kara" "Aku hanya ingin pulang" "Jemput aku sekarang juga Tuhan" "Pada akhrunya aku kembali sendiri" . Askara adalah seorang wanita berpenyakitan, hidup penuh dengan masalah, tetapi dia adalah pribadi yang ceria, sering membuat suasana menjadi cair berkat tingkah nya, yaa dibalik keceriaannya, ada segudang masalah dalam hidup nya, dia menutupi kesedihan nya dengan sikap nya. Askara membutuhkan rumah, rumah yang mungkin bukan berbentuk bangunan, tetapi seseorang yang bisa memahami keadaannya, seseorang yang bisa menjadi tempat berkeluh kesah, tempat dimana dia bisa menjadi diri nya sendiri, tempat untuk pulang. pada suatu saat Askara bertemu dengan sosok laki laki yang dia impikan. Gaga namanya.
All Rights Reserved
#8
graha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • Searching for home [Tamat]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • KINAR (transmigrasi) END
  • Hanna
  • Perubahan Sang Antagonis
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Dunia Tanpa Pelukan seorang Unnie
  • Bercerita dalam Hampa

Tentang lembaran luka Zaki Arshandra Bagaskara. Dia, laki-laki yang harus menerima kenyataan pahit hidupnya. Hidupnya yang kelam dan hancur, ia juga harus menerima kenyataan bahwa ia terdiagnosa penyakit kanker hati. Hidupnya tidak dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Meskipun begitu, ia selalu menyematkan prinsipnya, "Sekalipun kebaikanku tidak terbalaskan kembali, atau bahkan tidak mendapatkan penghargaan, aku tidak akan lelah untuk terus berbuat baik." -Zaki Arshandra Bagaskara. Zaki tidak pernah mendapat perlakuan baik dari orang orang sekitarnya. Dunia tidak pernah ramah kepadanya. Namun, meskipun begitu, ia selalu ramah kepada dunia. Saat Zaki melihat anak-anak yang tertawa lepas dalam genggaman tangan orang tuanya, ia hanya bisa tersenyun pedih dan menangis tiap malam di pojokan kamar. "Andai aku punya benteng sekokoh papa mereka, dan aku juga ingin punya malaikat sebaik ibu mereka. Andai Tuhan sebaik itu. Andai saja." -Zaki Arshandra Bagaskara. Zaki si anak PMR, yang selalu siap sedia membantu mereka yang sakit, tak peduli pada dirinya sendiri yang padahal juga sakit. PMR adalah ekstrakulikuler yang paling Zaki suka. Dalam ekstrakulikuler itu, ia belajar banyak materi untuk mengobati segores luka, karena itu, ia bisa membantu orang orang yang terluka. "Karena aku tidak bisa menyembuhkan lukaku sendiri, aku akan merasa bangga jika bisa menyembuhkan luka orang lain." Ada setitik tenang yang tidak pernah Zaki dapati di hiruk pikuk manapun. Sunyi adalah tempat paling baik untuk Zaki memeluk diri. Sebab ramai tak selalu ramah untuk penyendiri. Dan satu lagi, ketika Zaki berulang tahun, do'a yang selalu ia panjatkan adalah, "Aku ingin punya teman baik dan keluarga yang harmonis."

More details
WpActionLinkContent Guidelines