hadir dilist takdir

hadir dilist takdir

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Katamu jika kita bertemu nanti akulah yang akan diam seperti ayam disiram air panas .Tapi malam ini sepertinya kamu yang pantas mendapat julukan itu " ucapan gadis itu terdengar mengejek ia merasa seseorang yang sedang memboncengnya saat ini adalah makhluk halus karna tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya "Diamlah ! angin malam tidak baik untuk kita" balas seseorang yang menjadi lawan bicaranya "Alasan . bilang saja kamu tuli " gadis itu sedikit berteriak karna angin malam ini lumayan kencang, takut orang didepannya tidak mendengar apa yang ia katakan Jangan lupa follow akun karna ada beberapa part yang aku privat Selamat membaca
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • SELENOPHILIE [END]
  • Pieces of Light
  • Sebuah Rasa
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Shorts Story
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • CATUR [END]
  • Saat Semua Orang Berpaling
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines