hadir dilist takdir

hadir dilist takdir

  • WpView
    Membaca 26
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 11, 2023
"Katamu jika kita bertemu nanti akulah yang akan diam seperti ayam disiram air panas .Tapi malam ini sepertinya kamu yang pantas mendapat julukan itu " ucapan gadis itu terdengar mengejek ia merasa seseorang yang sedang memboncengnya saat ini adalah makhluk halus karna tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya "Diamlah ! angin malam tidak baik untuk kita" balas seseorang yang menjadi lawan bicaranya "Alasan . bilang saja kamu tuli " gadis itu sedikit berteriak karna angin malam ini lumayan kencang, takut orang didepannya tidak mendengar apa yang ia katakan Jangan lupa follow akun karna ada beberapa part yang aku privat Selamat membaca
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Memorable
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Eliinaa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • Bulan [End]
  • SELENOPHILIE [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan