Admaja Bersaudara

Admaja Bersaudara

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
"Darel hanya ingin punya teman. Kalo Zavion merasa risih, Zavion bisa bilang baik-baik.... " Kedua kaki yang terhenti milik Darel pun kini kembali melangkah, ia meninggalkan adiknya agar Zavion tidak lagi merasa berkecil hati akan keberadaannya. "Rel! Darel!" Tubuh sosok yang dipanggil kini segera berbalik. Seulas senyuman memberi pengertian bahwa dirinya sedang ingin sendiri dan akan segera baik-baik saja. "Zavion malu, kan? Punya kakak bodoh!" "B-bukan gitu...." "Darel gak bermaksud bikin Zavion jadi jelek di mata temen-temen Zavion." bisik Darel dengan suaranya yang melemah. Sorot matanya melirik sekumpulan manusia yang kini sedang memandang mereka dari ujung sana. "Maafin Darel, ya...." setelah itu bibirnya mengatup sempurna. Sebisa mungkin Darel harus segera pergi dari kampus ini, ia bisa pulang sendiri, Zavion tidak perlu khawatir, Darel sudah terbiasa untuk mandiri. 『••✎••』 Jika saja Darel seperti kakak kebanyakan, ia pasti tidak akan pernah membuat Zavion malu mengakuinya. Dan jika saja Darel baik-baik saja, mungkin Zavion tidak akan bertukar peran untuk menjadi Kakak bagi Darel. 19 Mei 2023 𝒜𝒹𝓂𝒶𝒿𝒶 ℬℯ𝓇𝓈𝒶𝓊𝒹𝒶𝓇𝒶 [Authornyaraden] "Tidak ada yang sempurna dalam sebuah karya manusia. Semuanya akan terus berproses waktu demi waktu" -HN
All Rights Reserved
#100
hrj
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • REMBULAN ¦ Renjun NCT[✔]
  • CEYRON ALLISTAIR
  • KELABU BIRU [END] -REVISI
  • Dua cangkir satu Meja
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • Whispers Beneath the Spotlight | Cast Renjun & NCT Dream
  • Dear Renza [TERBIT]
  • Jangan Pergi Kakak!! [END] ✔️

Yeosang tak pernah suka keramaian. Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja. Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu. Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum. Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah. Dalam cerita ini, tak ada ledakan. Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat. Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal? --- 🥀 Yeosang "Aku gak takut mati... Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya." --- 🧸 Jongho "Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang? Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?" --- 🧩 Younghoon "Gue marah bukan karena lo sakit. Gue marah karena lo pikir lo sendirian." --- 🌪️ Woosan San: "Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam." Wooyoung: "Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines