Ini kisah tentang keluarga sederhana, namun juga penuh drama.
"KENAPA ITU BISA ADA DISITU?!" kepala keluarga yang senang sekali berteriak.
"ABANG, LO BISA DIEM NGGA SIH?!" si anak kelima yang suka kesel sama kakak cowonya.
"HEH, PADA BISA DIEM NGGA SIH?!" si ibu rumah tangga yang sama kaya suaminya, suka teriak ngga kenal tempat.
"PAPAH, MOMMY, KAK REANA. PADA BISA DIEM NGGA SIH?! REY, TUH LAGI NGERJAIN TUGAS!!" anak laki-laki ketiga dalam keluarga yang berisiknya udah nyamain toa.
"ALLAHU AKBAR, ELLA MAU NGUNGSI AJA!" si sulung yang jarang teriak, tapi sekalinya teriak bisa bikin seisi rumah gempar.
"Gue? masa bodo, ya, bangsat!" anak nomor empat yang kurang ajarnya minta ampun dan ngga perdulian sih katanya, tapi kalau ada yang nangis langsung di samperin, di peluk, di tepuk-tepuk abis itu di perhatiin baik-baik.
"Mereka kenapa sih?" anak nomor tujuh yang masih ngga paham sama tingkah saudaranya.
"Ada apaan sih?" si anak nomor sepuluh yang masih berusaha memahami saudaranya.
"Berisik mulu, etdah" si bungsu yang bisa-bisanya nuang air minum dalam posisi jongkok di atas kursi meja makan.
"Ada apaan lagi, sih?" si anak nomor dua yang selalu ketinggalan updatean mengenai sekitarnya.
"Pah, Papah, pah, PAPAH!" anak nomor tiga yang suka banget nyari si papah kapan aja.
"Gue diem, gue mantau" anak nomor enam yang diem sambil liatin keluarganya ribut dengan posisi rebahan di beanbag yang ada di ruang keluarga.
"Keluarga gue ajaib" anak ketiga akhir yang berdiri di tengah ruangan dengan posisi bersidekap dada, ia hanya diam memperhatikan tingkah dari anggota keluarganya.
"WOY BANG, JANGAN BERISIK CUY!" si tetangga sekaligus adik si papah yang ngeselinnya minta ampun.
"LO JUGA BERISIK ANJIR!" pasti pacar si tetangga yang lagi mampir buat ngasih tetangga mereka itu serantang makanan.
"Pek, capek" ketua RT yang rumahnya ada di depan keluarga Javaid.
Javaid, ngga ribut?
YO! ANEH, LUR!
©Kaan_AJavaid
(CC) Attribution-NoDerivs