YOLO Mrs. Windy [END]

YOLO Mrs. Windy [END]

  • WpView
    Reads 8,786
  • WpVote
    Votes 458
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2024
Yolo : you only live once (kamu hanya hidup sekali) Setelah resmi menjadi anak sebatang kara, Windy yang sangat visioner dan selalu memikirkan masa depan, dipusingkan dengan usaha peninggalan papanya yang out of the box. Bagaimana tidak? Haidar Herlambang, pengusaha sukses di bidang perhotelan dan property, diam-diam mempunyai usaha remeh temeh warung ayam geprek. Di tengah kesibukannya sebagai CEO Beauty Wins, Windy tentu harus memangkas hal-hal yang tidak efisien lagi. Salah satunya adalah rencana menutup warung geprek itu. Namun tanpa disangka, ia malah mengenal Bas, Cako dan Miyaw. Tiga karyawan warung geprek yang sableng dan slebor. Belum lagi urusan cinta Windy yang tidak ada kejelasan, membuatnya semakin pusing. Bagaimana kisahnya?
All Rights Reserved
#9
yolo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't call it love!
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Oh My Husband (Continuous Story)
  • Just Friend's Scenario (TAMAT)
  • My Cold CEO, My Perfect Seducer
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • TerraCotta (Completed)

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines