Ayah dan Si Sulung

Ayah dan Si Sulung

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 27, 2023
Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Adikku yang pertama lulus di universitas yang sama denganku dengan jurusan kedokteran. Adikku yang kedua sedang duduk di bangku sekolah dengan nilai di atas rata-rata. Aku anak pertama dengan otak yang tak se cemerlang kedua adikku, tak sepenurut kedua adikku, bahkan ayah pun sepertinya tidak pernah bangga padaku. Aku anak pertama dengan sifat cerobohku, sembronoku, panikanku, dan segudang sifat jelekku lainnya. Lantas jika begini, mengapa aku menjadi anak pertama?
All Rights Reserved
#93
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kursi di Baris Paling Depan
  • Difference
  • Happy
  • Is It Home ?
  • badboy milik si ketos
  • Ceritaku Di Putih Biru
  • Atas Nama Yang Maha
  • Mencoba untuk berubah 🐾
  • My Teacher is My Wife Nc21+18
  • Rasya Cleo damian

Menjadi yang pertama lahir bukan sekadar soal urutan, melainkan peran yang sering kali harus dijalani tanpa pilihan. Sejak kecil, sulung diajarkan untuk mengalah, memahami sebelum dipahami, dan tetap terlihat kuat meski hatinya lelah. Ia dituntut menjadi contoh, tempat bersandar, sekaligus penopang harapan keluarga. Namun, siapa yang pernah bertanya bagaimana rasanya menjadi yang pertama, tetapi justru sering merasa sendirian? Bagaimana rasanya memikul begitu banyak ekspektasi, sementara keinginan sendiri perlahan menghilang? Di balik gelar anak pertama, tersimpan mimpi yang tertunda, air mata yang tak sempat jatuh, dan suara hati yang perlahan kehilangan tempatnya. Kursi di Baris Paling Depan adalah kisah tentang mereka yang selalu diminta kuat, tetapi diam-diam juga ingin dipeluk. Tentang perjalanan menerima diri, berdamai dengan luka, dan menemukan bahwa menjadi sandaran bagi orang lain tidak berarti harus kehilangan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines