Story cover for Halilintar Debastian  by Ndapurba_14
Halilintar Debastian
  • WpView
    reads 8,478
  • WpVote
    Stemmen 1,208
  • WpPart
    Delen 13
  • WpView
    reads 8,478
  • WpVote
    Stemmen 1,208
  • WpPart
    Delen 13
Lopende, voor het eerst gepubliceerd feb. 26, 2023
" Bajingan itu bukan anakku"

" Bajingan kecil Yang tidak berharga"

" KAUU TIDAK BERGUNA BODOH.."

"ANAK PEMBAWA SIAL"

" PEMBUNUHHH"


_satu kejadian Yang tidak pernah Aku lakukan sudah mengubah segalanya_
_______________________________________________________
Menjadi anak yang tidak di harapkan itu rumit. Karena kejadian suram itu, hidupku berubah. Dulu nya hidup ku secerah langit di pagi hari, tapi sekarang hidupku menjadi gelap bagaikan asap tebal yang tidak memiliki cahaya sedikit pun.

Buku diary halilintar debastian 
_______________________________________________________

"mau sehancur apa hidup ku
 mau sehancur apa mental ku
 mau sehancur apa tubuh ku
 Aku cuman ingin tenang, itu saja"

_______________________________________________________
"dibalik ketenangan ku yang sekarang ada beberapa kejadian yang masih berputar dalam ingatanku, tapi harus ku kendalikan agar tidak membenci manusianya walaupun itu ayah kandung ku sendiri"


<halilintar debastian winanta>
_______________________________________________________
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om Halilintar Debastian aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
#367amato
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era door RedFlash_Nana
70 delen Lopende
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
TIME will TELL {On Going} door bLuE096r
15 delen Lopende
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 8
Oneshot Series - Halilintar's Edition || 「Halilintar Fanfiction」 cover
I'm Tired! Angst Halilintar  cover
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era cover
TIME will TELL {On Going} cover
My Brother's Secret cover
ʟᴏɴᴇʟʏ ( HaliTau)  Season 1 End.  cover
Be Near You (Boboiboy Elemental X Reader)✓ cover
Save and Protect cover

Oneshot Series - Halilintar's Edition || 「Halilintar Fanfiction」

4 delen Compleet

• ⟡ 「 𝐎𝐧𝐞𝐬𝐡𝐨𝐭 𝐒𝐞𝐫𝐢𝐞𝐬 - 𝐇𝐚𝐥𝐢𝐥𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫'𝐬 𝐄𝐝𝐢𝐭𝐢𝐨𝐧 」 ⟡ • ⟡ ------------------------- ⟡ • ⚠ 「 𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠 」 ⚠ • • Brotherhood • Not ship • Violence • Blood • Fiction • Magic • Toxic • Indonesian ( Baku-Nonbaku ) • The character comes from Monsta ( I just borrowed the character ) • OOC ( Out of character ) • Boboiboy Halilintar Fanfiction ⟡ ------------------------- ⟡ • ⟡ 「 𝐋𝐢𝐬𝐭 𝐨𝐟 𝐓𝐢𝐭𝐥𝐞𝐬 」 ⟡ • 1. Lightning And Raindrops (LAR) 2. Tiada Kata 'Terlambat' Untuk Mengucapkan Maaf (TKTUMM) 3. Hadiah Terakhir Darinya (HTD) 4. Penyesalan Yang Senantiasa Di Akhir (PYSDA) ⟡ ------------------------- ⟡ ⟡ Even though this is a oneshot, please provide your support and criticism! ⟡ ⟡ ------------------------- ⟡