---The Duchess---
Tangan Nick membuka kancing bagian paling atas kemeja tipis yang dikenakan oleh Acha, dengan lembut kedua tangan Nick naik menangkap wajah Acha ia merasa sudah tidak dapat menahannya, Acha terlihat sangat sexy sedikit menggoda dengan kemeja tipis yang ia kenakan, menunduk menatap mata hitam yang terlihat sayu Nick berkata "Ya Tuhan kau sangat Manis" bisik Nick di telinga Acha.
Jantung Acha sedikit bergetar, saat dengan sengaja Nick membenamkan bibirnya kedalam bibir Acha, Nick mencium Acha dengan panjang dan lama, palan namun menggoda yang membuat Acha sedikit pusing, Nick menggoda membelai bibir Acha dengan mendesak, tangan Nick menuruni punggung Acha lalu kebawah pinggul gadis itu, mengangkat bagai di gendong namun posisi yang kikuk, sentakan demi sentakan entah apa yang me*galir namun menerjang dari leher jenjang sampai ke lutut Acha, membuatnya kaget setengah mampus sampai tak sadar bila ia telah merangkulkan tangan ke bagian leher Nick.
Dunia bergoyang saat Nick tiba-tiba dengan sigap mengangkat tubuh Acha berpindah dari gendongan ke meja kerja yang ia miliki, masih dalam pelukan erat pria itu, Acha baru sadar dan ia segera protes sambil memukul dada setra menampar dengan kasar wajah tampan milik Nick.
"Kita tidak bisa...." ucap Acha
Warning 18+++
Mengandung kata-kata vulgar!
"Tutupi payudara kamu dengan blazer aku ga suka kalau pria-pria itu menatap sesuka hati ke payudara kamu, hanya aku yang boleh. Hari ini kamu nakal sekali berani memakai baju seperti ini saat ada meeting, aku akan kasih kamu hukuman nanti." Sarah memperbaiki blazernya dan berusaha menutupi payudaranya dengan blazer dan juga berkasnya.
Tetapi tangan Fandy tidak juga diam di paha Sarah, kaki Sarah yang tadinya ditumpukan ke kaki satunya harus melepaskannya dan duduk seperti biasa. Hal itu membuat akses Fandy untuk masuk ke paha dalam Sarah dengan mudah. Fandy sedikit meremas paha dalam Sarah dan mengelus daerah inti Sarah dari luar karna Sarah masih menggunakan CD nya. Sarah pasrah akan perlakukan Fandy saat ini karna Fandy tidak bisa dilarang dan Sarah berusaha keras untuk tidak mendesah dengan menggigit bibir bawahnya.
Sesudah puas dari luar perlahan Fandy memasukkan jari tengahnya ke bagian inti Sarah dan itu membuat Sarah terkejut bukan main, tidak cukup satu Fandy memasukkan dua jarinya dan memainkan benda kecil di dalam sana dan nafas Sarah benar-benar memburu atas perlakuan Fandy. Kemudian Fandy menambah jarinya menjadi empat sekaligus dan semakin membuat Sarah menggila, Fandy mengeluar masukkan tangannya dengan cepat tetapi setelah itu Fandy menghentikannya dan menarik tangannya keluar.