Temaram

Temaram

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 18, 2023
Pemilik sepatu yang tak terikat Apa kisah ini telah dimulai? Atau mungkin lebih tepatnya tidak pernah dimulai? Kurasa setidaknya, kita harus memiliki akhir yang bahagia, walau hanya dalam angan. Sialnya, bahkan anganku pun menolak akhir bahagia itu. *** "Orang nggak bakal lihat sampai ke sepatu lo, kali. Kecuali kalau memang orang itu merhatiin lo." "Kavi!" "Lo bisa berhenti gangguin Kavi nggak, sih? Kasihan orangnya risih sama lo!" "Ye! Kavi aja nggak protes gue gangguin. Ngapa lo yang sewot!" Siswi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan tingkah temannya. "Ail...tali sepatu lo lepas!" *** •Up kalau mood (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
All Rights Reserved
#282
sepatu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • KIARILHAM【END】
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • ALYA (END)
  • (Not) A Dream School (On Going)
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines