Story cover for One More Chance by SereinLaco02
One More Chance
  • WpView
    Reads 282,426
  • WpVote
    Votes 19,630
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 282,426
  • WpVote
    Votes 19,630
  • WpPart
    Parts 22
Ongoing, First published Feb 27, 2023
"kenapa kalian menatapku seperti itu?"

"seperti itu bagaimana?" tanya Heeseung dengan sebelah alis terangkat keatas.
raut wajahnya memang terlihat tenang, namun siapa sangka sebuah senyum miring tercetak samar dibelah bibirnya.

"jadi.. Hyung menyukai pelukanku?" tanya Jungwon yang kembali melangkah maju mendekati Jake yang sudah tersudut didinding.

"a-apa? a-aku kan hanya-"

"menyukai tatapanku?" potong Jay yang tentu saja membuat Jake menelan salivanya susah payah.

"i-itu aku hanya mengatakan secara acak! iya acak, kalian kenapa sih?!" seru Jake cepat, bahkan nada suaranya terdengar melengking diakhir.

"Hyung menyukai saat kami memanjakanmu bukan." ujar Niki, yang seketika membuat detak jantung Jake semakin menggila.

"dan cemburu saat kami dekat dengan grup lain." tambah Sunoo.

Jake mengangguk tanpa sadar, namun beberapa detik setelahnya menggeleng kuat.

Sunghoon yang sejak tadi diam melangkah lebih dekat, lantas mengangkat dagu Jake hingga kepalanya terangkat guna menatap wajahnya.

"kau menyukai kami?""

Jake menyingkirkan tangan Sunghoon dari dagunya lantas mendengus sebal.

"tentu saja aku menyukai kalian! kalian kan kel-"

"ok.. jawabanmu kami terima dan kedepannya kau hanya perlu diam dan menikmati." potong Sunghoon diakhiri dengan kecupan singkat dibibir Jake.

yang mana perlakukan tersebut membuat nafas Jake terhenti sesaat dengan fikiran kosong.
terlebih saat Heeseung, Jay, Jungwon, Sunoo dan Niki ikut andil mengecup bibir ranumnya secara bergantian.

"BIBIRKU?!!!!" teriak Jake saat sadar dari keterkejutannya.
All Rights Reserved
Sign up to add One More Chance to your library and receive updates
or
#59yunki
Content Guidelines
You may also like
SiS S2: Dari Suho Buat Seojun by ainahalz
25 parts Complete Mature
[Book 2] Setelah tiba di rumah Kakeknya di Jepang, Seojun langsung disuguhkan peraturan-peraturan yang harus ia jalani di rumah ini. Bukannya disuruh istirahat malah disuruh dengar omelan Om-nya yang panjang. Kakek dan Om-nya sudah tahu soal kenapa Ayah meminta mereka merawat Seojun. Jelas, Kakek dan Om-nya marah, bisa habis nanti Si Suho kalo dua setan beda umur ini ketemu sama dia. Ah... soal isi flashdisk itu, Seojun pengin buru-buru buka, tapi ceramahan Om-nya belum beres. "Kamu di sini gak bisa nakal, ada Om yang ngawasin, inget! Mata Om di mana-mana, kalo kamu nakal bakalan Om cubit." Seojun bergidig. Cubitan Si Om bukan hanya sekedar cubit, tapi lebih dari itu. Seojun ngeri. Enggak bakal deh dia bandel di sini. Selesai 30 menit dengan obrolan juga kangen-kangenan Kakek dan Om Seojun. Dia akhirnya bisa masuk ke kamar buat istirahat. Tapi bukannya istirahat Seojun malah membuka laptopnya untuk mencari tahu isi flashdisk itu. Bagaimanapun, sejak naik pesawat tadi, penasaran akan isinya, itu yang ada di otak Seojun. Tampilan flashdisk itu saat dibuka di laptop hanya menampilkan dua file. Satu berbentuk video dan yang satunya berupa rekaman suara. Karena di file rekaman suara dinamai 'buka dulu yang ini' akhirnya Seojun membuka file itu. "Hai... Lee Seojun, hehe." "Cih! Dasar!" Seojun enggak bisa enggak buat tersenyum. "Lewat ini, semoga semuanya bisa tersampaikan, harusnya gue ngomong langsung, tapi waktunya udah gak ada lagi." "Jun... lo harus tahu, gue sayang sama lo lebih dari yang lo tahu, lebih dari yang author tahu, dan lebih dari yang pembaca tahu...." "Gue, udah suka sama lo jauh dari sebelum TOD itu."
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 by imajinachan
18 parts Ongoing
"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."
[BL] Jangan Jatuh Cinta Padaku by arachiichan
47 parts Ongoing
[Novel BL Terjemahan] Manajernya membolak-balik naskah dengan adegan eksplisit, penuh kekhawatiran: "Tolong jangan sampai kamu jatuh cinta pada Li Qianxing, ya!" Jiang Lin mencibir: "Kau seharusnya khawatir dia yang jatuh cinta padaku." Pertemuan pertama kedua Kaisar Film. Li Qianxing: "Aku cuma punya satu prinsip-tidak menjalin cinta di lokasi syuting." Jiang Lin tersenyum: "Kebetulan, aku juga begitu." Di lokasi syuting, percikan emosi menyala-nyala, para kru yang menyaksikan sampai wajah memerah dan jantung berdebar. Jiang Lin menatap bekas jari di pinggang Li Qianxing: "Guru Li, pengorbanan Anda demi akting sungguh mengagumkan." Li Qianxing melihat luka di bibir Jiang Lin, menanggapi dengan sopan: "Guru Jiang, pengorbanan Anda juga tak kalah besar." Hari terakhir syuting. Jiang Lin membawa setangkai besar mawar, menghadang Li Qianxing. "Guru Li, menurutmu... kita ini bisa mulai pacaran, tidak?" Kemudian, Li Qianxing dan Jiang Lin kembali beradu akting. Malam hari, Jiang Lin mengetuk pintu kamar Li Qianxing. Li Qianxing: "Aku sudah bilang, tak pacaran di lokasi syuting." Jiang Lin menyelip masuk: "Kalau begitu, cuma latihan adegan." Li Qianxing menatap orang yang mendorongnya ke dinding: "Tak ada adegan begitu." Jiang Lin dengan lembut mengusap pinggangnya, suara dalam dan rendah: "Kita bahas karakter, pendalaman yang masuk akal..." Saat film baru mereka sedang booming, tiba-tiba muncul sebuah video di internet-ini adegan atau nyata? Dalam film, kedua karakter hanya terlibat dalam hubungan ambigu, tapi di dalam ruangan berantakan itu, terjadi dialog penuh ketegangan... lalu ciuman panas. Fans ramai-ramai membanjiri akun resmi film, memohon dengan darah agar adegan itu dipotong. Penulis skenario kaget: "Di naskah tak ada bagian ini! Sekarang aku cuma ingin kasih pena ke dua bos itu, biar tambah adegan sendiri!" Tak lama kemudian, Jiang Lin membuat cuitan- "Berkencan dengan Kaisar Film, kalian tak akan bisa membayangkannya~"
taruhan ,Heejake by byyyyy_30
21 parts Complete
( end ) Di sekolah bergengsi Belif High, status sosial adalah segalanya. Lee Heeseung, siswa paling populer dan kapten tim basket, selalu menjadi sorotan. Dengan senyumnya yang memikat dan sikap dingin yang sulit ditembus, Heeseung adalah seseorang yang tampaknya memiliki segalanya-ketampanan, kekayaan, dan kekuasaan. Namun, di balik semua itu, dia menyimpan kekosongan yang tak seorang pun tahu. Jake Sim, siswa baru yang sederhana dan sedikit pemalu, datang ke sekolah itu dengan niat untuk beradaptasi dan menjalani kehidupan yang tenang. Namun, takdir berkata lain ketika dia secara tak sengaja menarik perhatian Heeseung. Semuanya bermula dari taruhan konyol yang dibuat Heeseung bersama teman-temannya-mengencani Jake selama satu bulan untuk membuktikan bahwa dia bisa membuat siapa pun jatuh cinta. Bagi Jake, perhatian Heeseung adalah sesuatu yang tak pernah dia bayangkan. Popularitas yang tiba-tiba membuatnya merasa istimewa, meski di lubuk hatinya, ada rasa ragu. Sementara itu, Heeseung, yang awalnya menganggap hubungan itu sekadar permainan, mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda pada Jake. Kelembutan dan ketulusan Jake perlahan membuka sisi dirinya yang telah lama ia tutup rapat. Apa yang dimulai sebagai kebohongan perlahan berubah menjadi sesuatu yang nyata. Namun, bagaimana jika kebenaran akhirnya terungkap? Bisakah perasaan yang tulus bertahan di tengah kebohongan, taruhan, dan tekanan yang mengancam mereka berdua? (Jangan terpercaya sama prolog nya soalnya cerita nya amburadul)
You may also like
Slide 1 of 7
Chains of Devotion (WonJay) cover
Loving You is a Losing Game || Sunsun [END] cover
SiS S2: Dari Suho Buat Seojun cover
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 cover
[BL] Jangan Jatuh Cinta Padaku cover
Happiness || sunsun  cover
taruhan ,Heejake cover

Chains of Devotion (WonJay)

24 parts Complete

Jay selalu hidup dengan aturan tertib, terstruktur, dan selalu menjaga jarak dari hal-hal yang bisa mengguncang dunianya. Namun, semuanya berubah ketika Jungwon, pria dengan aura dominasi yang tak terbantahkan, mulai mendekatinya dengan cara yang tak bisa diabaikan. Jungwon bukan hanya seseorang yang karismatik, tetapi juga seseorang yang memahami kelemahan Jay lebih dari yang ia sadari. Setiap tatapan, setiap perintah halus, perlahan membuat Jay terperangkap dalam permainan yang tidak ia pahami, tetapi diam-diam ia inginkan. Di antara bisikan keinginan dan batasan yang perlahan memudar, Jay harus memilih tetap berpegang pada kendali yang selama ini ia pertahankan atau menyerahkan dirinya pada Jungwon, pria yang mampu membangkitkan sisi tersembunyi dalam dirinya. Dengan kehadiran Heeseung, Jake, Sunghoon, Sunoo, dan Ni-Ki yang turut menyaksikan hubungan mereka berkembang, perjalanan Jay dan Jungwon menjadi lebih dari sekadar tarik-ulur. Ini adalah kisah tentang penyerahan, kekuasaan, dan batas-batas yang siap dilebur. Namun, pertanyaannya adalah... Seberapa jauh Jay akan membiarkan dirinya jatuh?