Story cover for One More Chance by SereinLaco02
One More Chance
  • WpView
    Bacaan 282,484
  • WpVote
    Undian 19,630
  • WpPart
    Bahagian 22
  • WpView
    Bacaan 282,484
  • WpVote
    Undian 19,630
  • WpPart
    Bahagian 22
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Feb 27, 2023
"kenapa kalian menatapku seperti itu?"

"seperti itu bagaimana?" tanya Heeseung dengan sebelah alis terangkat keatas.
raut wajahnya memang terlihat tenang, namun siapa sangka sebuah senyum miring tercetak samar dibelah bibirnya.

"jadi.. Hyung menyukai pelukanku?" tanya Jungwon yang kembali melangkah maju mendekati Jake yang sudah tersudut didinding.

"a-apa? a-aku kan hanya-"

"menyukai tatapanku?" potong Jay yang tentu saja membuat Jake menelan salivanya susah payah.

"i-itu aku hanya mengatakan secara acak! iya acak, kalian kenapa sih?!" seru Jake cepat, bahkan nada suaranya terdengar melengking diakhir.

"Hyung menyukai saat kami memanjakanmu bukan." ujar Niki, yang seketika membuat detak jantung Jake semakin menggila.

"dan cemburu saat kami dekat dengan grup lain." tambah Sunoo.

Jake mengangguk tanpa sadar, namun beberapa detik setelahnya menggeleng kuat.

Sunghoon yang sejak tadi diam melangkah lebih dekat, lantas mengangkat dagu Jake hingga kepalanya terangkat guna menatap wajahnya.

"kau menyukai kami?""

Jake menyingkirkan tangan Sunghoon dari dagunya lantas mendengus sebal.

"tentu saja aku menyukai kalian! kalian kan kel-"

"ok.. jawabanmu kami terima dan kedepannya kau hanya perlu diam dan menikmati." potong Sunghoon diakhiri dengan kecupan singkat dibibir Jake.

yang mana perlakukan tersebut membuat nafas Jake terhenti sesaat dengan fikiran kosong.
terlebih saat Heeseung, Jay, Jungwon, Sunoo dan Niki ikut andil mengecup bibir ranumnya secara bergantian.

"BIBIRKU?!!!!" teriak Jake saat sadar dari keterkejutannya.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan One More Chance pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#59yunki
Garis Panduan Isi
You may also like
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 oleh imajinachan
18 bahagian Sedang Ditulis
"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."
You may also like
Slide 1 of 6
Chains of Devotion (WonJay) cover
PAWANG SINGA | SUNGJAKE (REVISI) cover
Happiness || sunsun  cover
Sun cover
Dazed|SUNGJAKE (√)  cover
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 cover

Chains of Devotion (WonJay)

24 bahagian Cerita Lengkap

Jay selalu hidup dengan aturan tertib, terstruktur, dan selalu menjaga jarak dari hal-hal yang bisa mengguncang dunianya. Namun, semuanya berubah ketika Jungwon, pria dengan aura dominasi yang tak terbantahkan, mulai mendekatinya dengan cara yang tak bisa diabaikan. Jungwon bukan hanya seseorang yang karismatik, tetapi juga seseorang yang memahami kelemahan Jay lebih dari yang ia sadari. Setiap tatapan, setiap perintah halus, perlahan membuat Jay terperangkap dalam permainan yang tidak ia pahami, tetapi diam-diam ia inginkan. Di antara bisikan keinginan dan batasan yang perlahan memudar, Jay harus memilih tetap berpegang pada kendali yang selama ini ia pertahankan atau menyerahkan dirinya pada Jungwon, pria yang mampu membangkitkan sisi tersembunyi dalam dirinya. Dengan kehadiran Heeseung, Jake, Sunghoon, Sunoo, dan Ni-Ki yang turut menyaksikan hubungan mereka berkembang, perjalanan Jay dan Jungwon menjadi lebih dari sekadar tarik-ulur. Ini adalah kisah tentang penyerahan, kekuasaan, dan batas-batas yang siap dilebur. Namun, pertanyaannya adalah... Seberapa jauh Jay akan membiarkan dirinya jatuh?