Story cover for One More Chance by SereinLaco02
One More Chance
  • WpView
    Membaca 282,390
  • WpVote
    Vote 19,627
  • WpPart
    Bab 22
  • WpView
    Membaca 282,390
  • WpVote
    Vote 19,627
  • WpPart
    Bab 22
Bersambung, Awal publikasi Feb 27, 2023
"kenapa kalian menatapku seperti itu?"

"seperti itu bagaimana?" tanya Heeseung dengan sebelah alis terangkat keatas.
raut wajahnya memang terlihat tenang, namun siapa sangka sebuah senyum miring tercetak samar dibelah bibirnya.

"jadi.. Hyung menyukai pelukanku?" tanya Jungwon yang kembali melangkah maju mendekati Jake yang sudah tersudut didinding.

"a-apa? a-aku kan hanya-"

"menyukai tatapanku?" potong Jay yang tentu saja membuat Jake menelan salivanya susah payah.

"i-itu aku hanya mengatakan secara acak! iya acak, kalian kenapa sih?!" seru Jake cepat, bahkan nada suaranya terdengar melengking diakhir.

"Hyung menyukai saat kami memanjakanmu bukan." ujar Niki, yang seketika membuat detak jantung Jake semakin menggila.

"dan cemburu saat kami dekat dengan grup lain." tambah Sunoo.

Jake mengangguk tanpa sadar, namun beberapa detik setelahnya menggeleng kuat.

Sunghoon yang sejak tadi diam melangkah lebih dekat, lantas mengangkat dagu Jake hingga kepalanya terangkat guna menatap wajahnya.

"kau menyukai kami?""

Jake menyingkirkan tangan Sunghoon dari dagunya lantas mendengus sebal.

"tentu saja aku menyukai kalian! kalian kan kel-"

"ok.. jawabanmu kami terima dan kedepannya kau hanya perlu diam dan menikmati." potong Sunghoon diakhiri dengan kecupan singkat dibibir Jake.

yang mana perlakukan tersebut membuat nafas Jake terhenti sesaat dengan fikiran kosong.
terlebih saat Heeseung, Jay, Jungwon, Sunoo dan Niki ikut andil mengecup bibir ranumnya secara bergantian.

"BIBIRKU?!!!!" teriak Jake saat sadar dari keterkejutannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan One More Chance ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#59yunki
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 oleh imajinachan
18 bab Bersambung
"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."
SiS S2: Dari Suho Buat Seojun oleh ainahalz
25 bab Lengkap Dewasa
[Book 2] Setelah tiba di rumah Kakeknya di Jepang, Seojun langsung disuguhkan peraturan-peraturan yang harus ia jalani di rumah ini. Bukannya disuruh istirahat malah disuruh dengar omelan Om-nya yang panjang. Kakek dan Om-nya sudah tahu soal kenapa Ayah meminta mereka merawat Seojun. Jelas, Kakek dan Om-nya marah, bisa habis nanti Si Suho kalo dua setan beda umur ini ketemu sama dia. Ah... soal isi flashdisk itu, Seojun pengin buru-buru buka, tapi ceramahan Om-nya belum beres. "Kamu di sini gak bisa nakal, ada Om yang ngawasin, inget! Mata Om di mana-mana, kalo kamu nakal bakalan Om cubit." Seojun bergidig. Cubitan Si Om bukan hanya sekedar cubit, tapi lebih dari itu. Seojun ngeri. Enggak bakal deh dia bandel di sini. Selesai 30 menit dengan obrolan juga kangen-kangenan Kakek dan Om Seojun. Dia akhirnya bisa masuk ke kamar buat istirahat. Tapi bukannya istirahat Seojun malah membuka laptopnya untuk mencari tahu isi flashdisk itu. Bagaimanapun, sejak naik pesawat tadi, penasaran akan isinya, itu yang ada di otak Seojun. Tampilan flashdisk itu saat dibuka di laptop hanya menampilkan dua file. Satu berbentuk video dan yang satunya berupa rekaman suara. Karena di file rekaman suara dinamai 'buka dulu yang ini' akhirnya Seojun membuka file itu. "Hai... Lee Seojun, hehe." "Cih! Dasar!" Seojun enggak bisa enggak buat tersenyum. "Lewat ini, semoga semuanya bisa tersampaikan, harusnya gue ngomong langsung, tapi waktunya udah gak ada lagi." "Jun... lo harus tahu, gue sayang sama lo lebih dari yang lo tahu, lebih dari yang author tahu, dan lebih dari yang pembaca tahu...." "Gue, udah suka sama lo jauh dari sebelum TOD itu."
[BL] Jangan Jatuh Cinta Padaku oleh arachiichan
47 bab Bersambung
[Novel BL Terjemahan] Manajernya membolak-balik naskah dengan adegan eksplisit, penuh kekhawatiran: "Tolong jangan sampai kamu jatuh cinta pada Li Qianxing, ya!" Jiang Lin mencibir: "Kau seharusnya khawatir dia yang jatuh cinta padaku." Pertemuan pertama kedua Kaisar Film. Li Qianxing: "Aku cuma punya satu prinsip-tidak menjalin cinta di lokasi syuting." Jiang Lin tersenyum: "Kebetulan, aku juga begitu." Di lokasi syuting, percikan emosi menyala-nyala, para kru yang menyaksikan sampai wajah memerah dan jantung berdebar. Jiang Lin menatap bekas jari di pinggang Li Qianxing: "Guru Li, pengorbanan Anda demi akting sungguh mengagumkan." Li Qianxing melihat luka di bibir Jiang Lin, menanggapi dengan sopan: "Guru Jiang, pengorbanan Anda juga tak kalah besar." Hari terakhir syuting. Jiang Lin membawa setangkai besar mawar, menghadang Li Qianxing. "Guru Li, menurutmu... kita ini bisa mulai pacaran, tidak?" Kemudian, Li Qianxing dan Jiang Lin kembali beradu akting. Malam hari, Jiang Lin mengetuk pintu kamar Li Qianxing. Li Qianxing: "Aku sudah bilang, tak pacaran di lokasi syuting." Jiang Lin menyelip masuk: "Kalau begitu, cuma latihan adegan." Li Qianxing menatap orang yang mendorongnya ke dinding: "Tak ada adegan begitu." Jiang Lin dengan lembut mengusap pinggangnya, suara dalam dan rendah: "Kita bahas karakter, pendalaman yang masuk akal..." Saat film baru mereka sedang booming, tiba-tiba muncul sebuah video di internet-ini adegan atau nyata? Dalam film, kedua karakter hanya terlibat dalam hubungan ambigu, tapi di dalam ruangan berantakan itu, terjadi dialog penuh ketegangan... lalu ciuman panas. Fans ramai-ramai membanjiri akun resmi film, memohon dengan darah agar adegan itu dipotong. Penulis skenario kaget: "Di naskah tak ada bagian ini! Sekarang aku cuma ingin kasih pena ke dua bos itu, biar tambah adegan sendiri!" Tak lama kemudian, Jiang Lin membuat cuitan- "Berkencan dengan Kaisar Film, kalian tak akan bisa membayangkannya~"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤 cover
SiS S2: Dari Suho Buat Seojun cover
Happiness || sunsun  cover
[BL] Jangan Jatuh Cinta Padaku cover
Chains of Devotion (WonJay) cover
Loving You is a Losing Game || Sunsun [END] cover
Fermentasi Rasa [BL] ✓ cover

Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤

18 bab Bersambung

"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."