Silence

Silence

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Hay, apa kabar?" Lelaki itu bertanya tanpa suara pada gadis di depannya. Dia terdiam dan terus menatap ke depan, memerhatikan gadis yang tak ditemuinya hampir satu tahun. "Sangat baik," balas gadis itu dengan senyuman yang mengembang. Sadha terdiam, melihat senyuman yang lama tak terlihat membuat dadanya kembali berdebar dan ada perasaan haru. Dia tak ingin menangis, tetapi air matanya terus menetes tanpa di cegah. Rambut yang semula pendek sekarang sudah sangat panjang dan lurus. Mata itu tak bisa berbohong, dia sangat lelah dengan keadaan. Namun, senyuman yang tersungging di bibir yang tak sepucat saat itu terlihat sangat tulus. "I love you." Sadha berkata lagi sembari mengusap air matanya saat melihat gadis di depannga juga menangis. Dia menempelkan tangan di kaca penghalang diantara mereka dengan harapan bisa menyentuh wajah itu. "I love you to." Gadis itu membalas dengan senyuman yang tak luntur, dia menempelkan tangan tepat pada tangan Sadha. "Terima kasih sudah berubah menjadi lebih baik." Melihat perubahan Sadha, Dasa sedikit bangga. Perjuangan mereka tak sia-sia dan hanya perlu menunggu waktu untuk kembali bersama. Saat itu tiba, Dasa berjanji akan menjadi seorang yang lebih baik seperti Sadha sekarang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Felicity [On Going]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ★BABY ZION★
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • STUCK
  • Boyfriend
  • K.I.T.A

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines