Semak-semak Persembunyian

Semak-semak Persembunyian

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 28, 2023
Hari-hari memburuku, menyisakan lelah dan payah untuk diriku sendiri Aku suka melompat ke dalam semak bersembunyi, sebelum menerjang lagi . Kata-kata adalah semak-semak persembunyian yang sempurna Aku membangkitkan diriku di dalam sini Setelah mereka mengulitiku di luar sana *** Semak-semak Persembunyian adalah sebuah kumpulan puisi yang saya rangkai berdasarkan pengalaman pribadi sehari-hari. Dalam sebuah persembunyian bernama puisi, saya memperbaiki bagian-bagian jiwa yang hancur, atau sebaliknya, menghancurkan apa-apa yang seharusnya diperbaiki. Saya ingin memajang semak-semak tempat saya mencintai dan membenci diri saya di sini. Barangkali ada satu atau dua pembaca di sini yang sama-sama punya markas rahasia serupa dan, kalau mujur, saling menjiwai.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • • EUTANASIA •
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Behind The Smile
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • ALVIN (On Going)
  • Keazen (a sly world) TERBIT!
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • ARNWOLF (END)

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo