Polaroid Bulan Sembilan

Polaroid Bulan Sembilan

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bila banyaknya polaroid disandingkan dengan satu ragamu, yang paling bertakhta di hatiku ialah kamu. Raut menjengkelkanmu, hatimu terkadang sayu, egoismu, tubuh jangkungmu, dan senyum nakal yang paling aku tolak mentah-mentah di pagi cerah. Bagaimana aku mencintai segala yang kamu lakukan? Bagaimana aku jatuh bersama benci yang aku tautkan? Bagaimana aku mencarimu sewaktu rapuh berkelindan? Mengapa ... Pengawalan bulan sembilan terasa sungkan. Begitu banyak hal yang tak aku inginkan. Termasuk kamu di dalamnya. Aku mencintaimu dengan segala diamku. Biar mataku menelisikmu dari jauh. Sometimes, loving from afar is better than confessing. But ... how can hate turns into love?
All Rights Reserved
#570
onesidedlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • CRY FOR ME
  • Hanya Saja
  • Love & Hate
  • ONE HAND || TAEHYUNG BTS & SUJEONG LOVELYZ (TAEJEONG)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • KALA
  • SEBENING CINTA (TAMAT)
  • Memories in Moon
  • Lost In Love

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines