Dulu, hidup Salma terasa sempurna-setidaknya dari luar. Ia tumbuh di tengah keluarga yang tampak hangat, namun memiliki seorang ayah yang tegas, dingin, dan acuh. Sosok yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru terasa jauh, tak pernah benar-benar hadir secara emosional. Dari kecil, Salma terbiasa menahan perasaan, belajar kuat sendiri, dan diam meski hatinya sering kali ingin didengar.
Semua itu membentuknya menjadi seseorang yang mencintai dengan sepenuh hati saat akhirnya ia menemukan seseorang yang memberinya perhatian. Namun, kepercayaan itu justru berakhir menjadi pengkhianatan. Laki-laki yang ia percayai menjadi sumber luka terdalam, meninggalkan trauma yang membuatnya sulit membuka hati kembali.
Untuk melupakan, Salma memilih pergi ke Jakarta. Ia mencoba memulai ulang hidupnya, menata hati yang hancur, dan belajar berdiri sendiri tanpa bergantung pada siapa pun. Namun takdir mempertemukannya dengan seseorang yang seharusnya ia hindari-seorang laki-laki dingin, keras, penuh ego, dan tidak terbiasa peduli pada orang lain. Ketua dari geng dominus
Semua berubah saat Salma menolongnya. Sejak itu, laki-laki tersebut mulai mendekat... dengan cara yang tidak biasa. Bukan kelembutan yang ia berikan, melainkan sikap posesif, keras, dan penuh kendali. Di balik sikapnya, tumbuh perasaan yang nyata-namun dengan cara yang salah.cowo yang ditakuti tapi banyak cewe yang tergila gila
Bagi Salma, ini bukan sekadar kisah cinta. Ini adalah pertaruhan dengan luka lamanya. Terlebih ketika hadir seorang perempuan lain di sisi laki-laki itu, membuat trauma yang sempat ia kubur kembali muncul-lebih dalam, lebih sakit, dan lebih nyata.
Di antara hati yang belum sembuh dan seseorang yang mencintai dengan cara yang salah, Salma dihadapkan pada pilihan: bertahan dan kembali terluka, atau pergi dan belajar kuat sendirian. Kini, untuk pertama kalinya, ia harus menentukan-apakah ia akan terus jatuh dalam luka yang sama, atau akhirnya memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
All Rights Reserved