Tak banyak yang tahu luka seperti apa yang Evelina simpan di hidupnya. Terlalu berantakan bila diceritakan. Beruntung ia selalu ditemani oleh sahabat yang tak pernah meragukan eksistensinya.
Namun, seperti pepatah yang mengatakan bahwa bahagia tak abadi, persahabatan Evelina dan Zane, memiliki lapisan yang begitu rapuh;mirip seperti kaca.
Lalu bagaimana keduanya menahan benturan agar hubungan layaknya kaca itu tak benar-benar pecah?
Apakah kehadiran lelaki teduh itu akan merekatkan keduanya?
Hanya Zane dan Evelina yang tahu.
•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~•
"Ayah minta tolong ke Shena, pertimbangin permintaan Ayah kemaren."
Paham akan maksud arah pembicaraan Zet, Shena masih diam. Menunggu Zet menyelesaikan ucapannya.
"Kondisi Zoya semakin sering drop sekarang. Paling nggak kalau ada Zieldra di samping dia, Zoya jadi lebih semangat ngejalanin kehidupannya."
"Tolong kabulin permintaan Ayah kali ini Shena, Ayah janji Ayah nggak akan minta apapun ke kamu setelah ini."
Tidak seperti biasa Shena merespon permintaan Zet dengan senyum tulus kali ini, tanpa emosi, ataupun ujaran kebencian.
"Ayah tenang aja, Shena bakal lepasin Zieldra kok, tapi nanti dulu ya Yah. Tolong kasih Shena waktu sebentar lagi."
Raut binar kebahagiaan terlihat jelas diwajah Zet. Dirinya senang Shena mau berbesar hati merelakan orang yang dia sayang untuk Adiknya.
"Kamu serius sayang?"
"Iya Yah."
"Tapi kasih Shena waktu. Shena juga nggak bakal lama disini. Tunggu Bunda ngejemput Shena dulu. Dan saat itu Zieldra bakal jadi milik Zoya sesuai dengan permintaan Ayah." jawab gadis itu tenang, tak lupa senyum tulus dia sunggingkan.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•
•~•Star 08/07/2022•~•
•~•Finish 22/08/2022•~•
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
⚠️follow dulu sebelum baca.
⚠️Murni karya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, atau jalan cerita.
⚠️Belum revisi. Maaf typo bertebaran
•••••RANK•••••
# 3 fiksiremaja
# 2 fiksiremaja
# 1 brother