She is Different (Slow Update)

She is Different (Slow Update)

  • WpView
    Reads 6,113
  • WpVote
    Votes 669
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah kisah cinta yang dianggap bagaikan langit dan bumi. Namun jika memang takdir tergores di atas lembaran hidup mereka, maka suara semesta akan mampu menyatukan langit dan bumi tersebut menjadi satu. -Aku adalah salah satu manusia yang hanya bisa bersapa jumpa pada langit malam. Tak pernah ada satupun yang menolongku untuk bertemu sang mentari, hingga dia yang merupakan sosok pahlawan bagiku datang dan menggambarkan apa arti kehidupan sesungguhnya padaku.- __________ 📌Cerita ini murni dari pemikiran author sendiri yang sudah nyusun outline dari jauh hari😊🙏. PLEASE DON'T PLAGIAT IT❗❗
All Rights Reserved
#393
crazyrich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines