Opera Girl and Her 16 Vampire Brother

Opera Girl and Her 16 Vampire Brother

  • WpView
    مقروء 382
  • WpVote
    صوت 38
  • WpPart
    فصول 21
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: خميس, يونـ ٢٦, ٢٠٢٥
WpInfo
روائيّة
خوارق
Status : Hiatus Panggung megah berdiri ditepat titik jantung kota Shanghai, orang-orang berbondong-bondong memasuki pintu masuk buat memperebutkan nomor kursi. Dibalik panggung serba merah itu, seorang gadis remaja melangkah keluar dari tirai dan mulai bernyanyi dihadapan orang banyak. Sesuatu yang sangat diinginkannya benar-benar terwujud. Namun, suasana meriah tersebut seketika berubah menjadi mimpi buruk yang tak terpikirkan oleh Mu Dixia. Panggungnya tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang melepaskan peluru kearah penonton. Dixia mengira, itu adalah hari terakhirnya berada didunia. Namun, kejadian itu membuatnya tak sengaja mempertemukan seorang pria misterius dengan kemampuan yang sama seperti dirinya. Belum lagi usai kejadian tersebut, muncul 15 laki-laki lainnya yang memperkenalkan dirinya sebagai saudara angkatnya. Sebenarnya apa yang terjadi? Dan apa yang telah disembunyikan ayahnya darinya? Fandom : Ikemen Vampire: Temptation in the Dark Otome Game Pengembang : CYBIRD
جميع الحقوق محفوظة
#8
cybird
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Lucallen Adam
  • Arselio Maverick P.
  • Blood Of Friendship
  • The Vampire Bride is a White Dragon Warrior
  • Ikemen Recehan(Ikemen Series)
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • MISTERI KASTIL TUA DI TENGAH HUTAN (Vampire)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • ANGKASA

[END] [Cerita membosankan] [Brothership not BL!] Luca, anak laki-laki berusia 14 tahun. Ia sedang duduk ditepi kasur sambil menyeka darah yang mengalir keluar dari hidungnya. Tiba-tiba terdengar suara gebrakan pintu, tapi ia memilih acuh. Sibuk dengan kegiatannya yang sedang menyumbat darah mimisannya menggunakan tisu. Brak Luca menatap beberapa orang yang menerobos masuk kamarnya, semua berpakaian hitam dan berbadan atletis. Luca menatap mereka sedikit tidak peduli, "Siapa kalian?" Salah seorang dari mereka berbisik, dan kemudian satu orang diantara mereka pergi keluar. Satu orang lagi, mendekat ke arah Luca. Luca yang masih melihat orang yang sedang mendekatinya itu, kini membuang tisu berdarah itu ke sembarang arah. "Aish, sial." Luca menatap tajam mereka semua yang berada dalam kamarnya. Cover? Pinterest!

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى