Setiap malam, Haruki berdiri di bawah cahaya studio-hanya dengan sehelai kain atau bahkan tanpa apa pun untuk menutupi tubuhnya. Leo seharusnya hanya melihatnya sebagai model. Sebagai inspirasi. Tapi setiap lekuk, setiap helaan nafas Haruki menuntut lebih dari sekadar sapuan kuas. Dalam denting napas dan desir kulit, seni dan hasrat bertabrakan, membentuk mahakarya yang tak pernah mereka rencanakan: cinta yang liar, panas, dan tak terucapkan. Saat batas antara seniman dan subjek hancur di ranjang yang berserakan cat, satu pertanyaan tersisa-apakah rasa ini hanya sekedar gairah, ataukah ini adalah satu-satunya kebenaran yang mereka punya?
More details