[Mature]
Setiap hari mata biru sejernih lautan memandang merah panas api neraka di bumi dari balik dinding. Suara lolongan manusia meminta tolong terdengar kencang di telinga si wanita berambut emas, namun sunyi di telinga mereka para kaum aristokrat. Mereka yang tidak takut hukuman, karma, bahkan kematian.
Menyembunyikan dosa di dalam kabut, mereka menutup rapat peti hukuman. Seorang jenderal, pelukis, pendengar, pembunuh, pelacur, pendendam, dan bangsawan. Berkumpul untuk menjadi pion yang membawa rahasia si mata biru hingga mati. Bergerak sebagai pion, berpikir seperti raja. Menghukum mereka yang tercatat di kertas kematian.
Di dunia berdarah ini, yang hanya mengenal penindasan. Seseorang menghancurkan jiwanya untuk melindungi mereka. Pengorbanan tanpa nama untuk tujuannya sebelum ajal menjemput. Menarik semua garis merah, penulis skenario, menebak kemungkinan yang terjadi besok, dia menciptakan revolusi kegelapan.
Dunia ini tidak sesederhana hitam dan putih. Tidak semua pahlawan berbuat baik, dan tidak semua penjahat hanya ingin menghancurkan. Ada orang-orang yang hidup di antara bayang-bayang-mereka yang tak diingat sejarah, mereka yang namanya hanya terdengar dalam bisikan ketakutan.
Maro adalah salah satunya.
Dingin, cerdas, dan kejam jika diperlukan. Ia bukan orang yang mencari keadilan atau balas dendam. Tidak juga seorang yang peduli pada perang besar antara organisasi kriminal. Baginya, dunia hanyalah papan catur, dan setiap orang hanyalah bidak yang bisa dimainkan.
Tapi ketika seseorang berani menyentuh sesuatu yang berharga baginya, ia tidak akan diam.
Perang telah dimulai. Pengkhianatan, darah, dan ledakan hanya menjadi bagian kecil dari permainan ini.
Dan di dalam permainan ini-hanya ada satu pemenang.