Teman Ngopi (SUDAH TERBIT)

Teman Ngopi (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 20, 2023
Terbiasa dikhianati membuat hati sudah mati rasa beberapa tahun lamanya. Hingga bersahabat dengan rasa sepi dan pahitnya secangkir kopi. Menikmati kesendirian bersama rasa pahit apa adanya bukan seperti rasa manis buatan yang tidak akan bertahan lama. Hingga ketika kehangatan kopiku hilang ditelan lamunan, seseorang datang menawarkan kehangatan. Dengan janji akan menemani, selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • The Game
  • Secangkir Kopi Dan Cinta
  • The Grey Of SAKARUNA
  • THE CLIMB [Completed]
  • The Chaos After You [ COMPLETE ]
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]

Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines