DUA MUSAFIR: Dialog

DUA MUSAFIR: Dialog

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 24, 2023
Oscar Lee, seorang pemuda yang menjadi aktivis lingkungan di kota Logan City, memilih untuk pergi keluar kota untuk berkelana. Dirinya ingin melihat keadaan dunia di luar sana. Sekarang adalah tahun 3030, masa di mana ketika alam tak lagi bersahabat dan manusia telah menciptakan kota baru dengan tembok benteng yang besar. Manusia di masa ini telah hidup berdampingan dengan para robot humanoid. Pemanasan global telah terjadi, dan membuat dunia mengalami keadaan cuaca yang tak menentu. Sampai pada akhirnya mengalami krisis kekeringan panjang. Tetapi Oscar lebih memilih untuk berkelana di tengah teriknya matahari. Dalam perjalanannya dia bertemu seorang yang mengenakan pakaian serba putih, dan juga akan menemaninya berpetualang. Cerita ini berfokus kepada dialog yang terjadi antara Oscar dan teman seperjalanannya. Mereka terkadang membahas tentang isu lingkungan atau peran anak muda dalam menjaga lingkungan. Tak ada tujuan yang pasti dalam perjalanan mereka. Kemana mereka akan berakhir? Dan apa yang akan mereka temui? Mari ikuti perjalanan dua orang musafir ini
All Rights Reserved
#4
writteninactionindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menanti Mentari
  • HYDIE EARTH : BEYOND TIME AND SHADOWS
  • Catatan sang Musafir (Completed)
  • Cakrawala Tertukar
  • Satu dari miliknya [Transmigrasi]
  • Twenty Turns_ END[Pre-Order]
  • Crome Project
  • Human and The Last Guard in The Earth✔

「"Alam sudah memberi kita banyak hal sejak jutaan tahun lalu. Alam selalu menyediakan, tapi apa yang manusia perbuat pada alam?"」 Setelah tujuh tahun menghilang, seorang aktivis lingkungan ternama dikabarkan mewasiatkan sebuah pondok miliknya kepada empat pemudi-pemuda. Cheska, Kellan, Reiya, dan Ares terkejut bukan main mendapati diri mereka orang yang dimaksud. Mengapa harus mereka? Dan mengapa sebuah pondok? Untuk itu mereka melakukan perjalanan darat ke Batu, Jawa Timur. Selama tiga hari, mereka mencoba mencari jawabannya lewat berbagai medan jalan, menggali ingatan masing-masing tentang aktivis itu, dan saling mengenal. Namun, ketika yang didapat justru kebingungan yang makin berputar, keempatnya mempertanyakan apa yang sudah mereka lakukan sedangkan di sisi lain tidak ada jalur untuk kembali. Sebetulnya apa yang akan mereka temukan sesampainya di tujuan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines