Pieces of Lies

Pieces of Lies

  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2023
Perjodohan yang tak terduga antara dua individu yang hidup dalam dunia yang berbeda. Karina seorang wanita muda yang cerdas, mandiri, dan penuh semangat, tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis. Sementara itu, Jordan seorang pria tampan, penuh pesona, dan penuh ambisi, dan dibesarkan di keluarga yang penuh kasih sayang Keluarga mereka telah mengatur perjodohan antara Karina dan Jordan, Karina tentu saja menolaknya dia tidak mau menikah dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya, tak mau kehabisan akal Karina mengajak Jordan bekerja sama untuk menggagalkan perjodohan tersebut. Jordan yang masih terjerat masalalu pun menyetujuinya, tiada cara lain agar keluarga mereka tidak curiga akhirnya mereka memutuskan untuk mengenal satu sama lain sembari mencari cara menggagalkan rencana perjodohan, ketika Karina dan Jordan semakin mengenal satu sama lain, mereka mulai memahami bahwa ada banyak kesamaan dan kompatibilitas di antara mereka. Mereka menemukan hubungan yang erat dan saling mendukung, dan secara perlahan mulai jatuh cinta. Namun, mereka juga menyadari bahwa cinta mereka berjalan seiring dengan ketidakpastian dan tekanan dari perjodohan yang dipaksakan.Akankah mereka menyadari perasaan mereka masing-masing? Di tengah-tengah semua itu, mereka harus memutuskan apakah akan mengikuti keinginan hati mereka atau mematuhi rencana perjodohan yang telah ditetapkan oleh keluarga mereka.
All Rights Reserved
#861
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Suck It and See (Complete)
  • Trust Me, My Husband! (Kim-McKenna SERIES #1)
  • To Touch the Moon
  • Destiny
  • JARED
  • COLD LECTURER (REVISI)
  • Nearby Relations

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines