MR. RAYAN

MR. RAYAN

  • WpView
    LECTURES 734
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., sept. 1, 2024
| Spin-off 'Anna Keyla' | Mungkin lumrah, ketika manusia menjalani peran atas refleksasi suka dan tidak suka. Insting ini mengarah pada titik kapan waktu untuk meminta, waktu untuk menolak dan kapan waktunya untuk menerima. Dalam frasa lain, ini juga disebut sebagai pengendalian penuh. Tapi semua semakin menarik, ketika pengendalian itu ternyata terpaut oleh sosok kuasa alam dan waktu, tersebut Tuhan. Seperti yang pernah dia dengar dari master-nya di akademi; 'Seperti sufi dalam pengembaraan amal, sama seperti menjadi seniman bumi, seseorang akan terus menciptakan art terbaiknya.' Harga artistik cukup mahal. Itu sebabnya hanya orang-orang yang terpilih yang bisa memilikinya. Cerita ini bukan tentang Pelukis Malam dan maha karyanya. Tapi, ini tentang sekumpulan waktu, pahitnya penerimaan dan juga tentang estetika sosok wanita terpilihnya. Anna..
Tous Droits Réservés
#587
pelukis
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • I Became The Antagonist
  • ARKANNIA {ON GOING}
  • Informed Consent
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • Satintail
  • My Duchess / End
  • Duranta Repens
  • POISONED LOVE

Bagaimana perasaanmu jika terbangun di dalam raga orang lain? . Saat Arshinta Kiraina sedang menulis akhir karya terbaik sepanjang hidupnya, takdir berkata lain. Gadis malang yang sampai akhir hayatnya tak pernah merasakan kasih sayang itu kembali ke pelukan sang pencipta. Lucunya semesta belum mengizinkannya berpulang, ia malah terbangun di raga gadis asing. Kavya Arunika, nama dari pemilik raga yang di tempatinya. Entah kesialan macam apa yang menimpahnya, pemilik raga yang di tempati adalah tokoh antagonis dalam cerita yang dibuatnya. Tidak pernah sekalipun Arshinta membayangkan jika ia akan masuk ke dalam cerita yang di tulisnya. Ia memasuki tubuh sang antagonis bodoh yang terobsesi untuk memiliki tokoh utama pria. Rasanya terlalu mustahil, sebab sosok Arshinta dan Kavya merupakan kontradiksi yang salalu berlawanan. "Sekeras apapun gue nyoba untuk berbuat baik, gue akan selalu jahat di mata lo. Karena peran gue sebagai antagonis, bukan tokoh utama dalam cerita ini." -Kavya Arunika, IBTA [Dropped] ㅤ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ㅤ⌗𝐃isclaimer : 𝟣𝟨+, bahasa, fiction, harsh words & broken english, excuse the typo(s), mentioning (blood, violences, some mental issues), kindly give feedbacks by (vote/comment).

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu