DREAM MEET

DREAM MEET

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
"aku mohon sama kamu, lepasin aku. Aku mau putus!". Dengan gusar gadis itu berusaha untuk menghembuskan nafasnya. Ia sudah tidak tahan menjalani hubungan yang toxik ini. "Gak bisa! Gue gak mau putus dari lo. Aku cinta kamu beib", tangan laki-laki itu menggenggam keras tangan gadis yang ingin pergi dari hidupnya ini. Apapun yang terjadi ia tidak akan pernah melepaskan gadis ini. "Aku gak bisa hidup tanpa kamu". Pria itu mendekatkan bibirnya ke wajah gadis yang ada dihadapannya. Cup.. Pria ini mendaratkan satu ciuman paksa. Tidak peduli gadis itu sudah meronta-ronta tidak ingin dicium oleh nya. "Anjing lo ya! Bangsat!". Gadis itu mendorong dengan sekuat tenaga dada bidang yang dari tadi memaksa memeluknya. Plak... satu tamparan melayang ke wajah pria tampan dengan mata coklat tua itu. Senyuman smirk muncul dibibirnya, manambah pesonanya. Gadis itu sudah tidak peduli. Ia berusaha keluar dari aparteman pria itu. Ia berlari menuju pintu utama untuk keluar. "Sial, Plis Jhony bukain pintunya.... Aku mau pulang" gadis itu sudah tidak bisa menahan tangisnya. Perasaat takut sudah menyelimuti hatinya. Lagi-lagi berakhir seperti ini. Kapan ia akan bisa keluar dari genggaman pria setengah iblis ini. Dengan senyuman dan langkah yang tegap, pria yang bernama Jhony ini datang mendekat kearah gadis itu. "Sayang, aku sangat mencintai mu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Mari kita hidup menua bersama" Bisik Jhony parau tepat ditelinga Wendy. Gadis itu merasa semakin merinding, tiba-tiba kepalanya pusing dan pandangannya memudar. Wendy sudah tidak sadar lagi apa yang terjadi kepadanya. Dengan senyuman bahagia, Jhony menggendong wendy ala bridal syle. Gadis ini terlihat sangat kecil dan ringan berada didalam gendongannya. Dengan senyum penuh kemenangan Jhony meletakan gadis kecil kesayangannya ini di atas tempat tidur yang biasa mereka gunakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG SEPASANG
  • ||Perjodohan||✓
  • After J (Complete)
  • You're My BadBoy [Revisi]
  • Diet Pepsi 🔞
  • Sleep With The Devil  - JENNIE CHANYEOL
  • UNIVERSE || NOMIN 🔞
  • Verhetetlen (Third Version)
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Reality (Wenjoy)*Revisi*

(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna

More details
WpActionLinkContent Guidelines