DREAM MEET

DREAM MEET

  • WpView
    Lecturas 20
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 2, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
"aku mohon sama kamu, lepasin aku. Aku mau putus!". Dengan gusar gadis itu berusaha untuk menghembuskan nafasnya. Ia sudah tidak tahan menjalani hubungan yang toxik ini. "Gak bisa! Gue gak mau putus dari lo. Aku cinta kamu beib", tangan laki-laki itu menggenggam keras tangan gadis yang ingin pergi dari hidupnya ini. Apapun yang terjadi ia tidak akan pernah melepaskan gadis ini. "Aku gak bisa hidup tanpa kamu". Pria itu mendekatkan bibirnya ke wajah gadis yang ada dihadapannya. Cup.. Pria ini mendaratkan satu ciuman paksa. Tidak peduli gadis itu sudah meronta-ronta tidak ingin dicium oleh nya. "Anjing lo ya! Bangsat!". Gadis itu mendorong dengan sekuat tenaga dada bidang yang dari tadi memaksa memeluknya. Plak... satu tamparan melayang ke wajah pria tampan dengan mata coklat tua itu. Senyuman smirk muncul dibibirnya, manambah pesonanya. Gadis itu sudah tidak peduli. Ia berusaha keluar dari aparteman pria itu. Ia berlari menuju pintu utama untuk keluar. "Sial, Plis Jhony bukain pintunya.... Aku mau pulang" gadis itu sudah tidak bisa menahan tangisnya. Perasaat takut sudah menyelimuti hatinya. Lagi-lagi berakhir seperti ini. Kapan ia akan bisa keluar dari genggaman pria setengah iblis ini. Dengan senyuman dan langkah yang tegap, pria yang bernama Jhony ini datang mendekat kearah gadis itu. "Sayang, aku sangat mencintai mu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Mari kita hidup menua bersama" Bisik Jhony parau tepat ditelinga Wendy. Gadis itu merasa semakin merinding, tiba-tiba kepalanya pusing dan pandangannya memudar. Wendy sudah tidak sadar lagi apa yang terjadi kepadanya. Dengan senyuman bahagia, Jhony menggendong wendy ala bridal syle. Gadis ini terlihat sangat kecil dan ringan berada didalam gendongannya. Dengan senyum penuh kemenangan Jhony meletakan gadis kecil kesayangannya ini di atas tempat tidur yang biasa mereka gunakan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Reality (Wenjoy)*Revisi*
  • Entire || Nomin 🔞
  • You're My BadBoy [Revisi]
  • After J (Complete)
  • Horibble Woman (END)
  • UNIVERSE || NOMIN 🔞
  • Puzzle Piece || Nomin 🔞

Dihadapan laut yang merangkul pantai, Wendy menumpahkan keluh kesahnya. "Aku tidak pernah menyangka cinta Luhan begitu dalam. " Tangan Wendy mengaduk-aduk pasir didepannya dengan gelisah. Digalinya pasir itu sampai matanya tertuju pada sebuah kulit kerang, ia cungkil benda itu kemudian dia bersihkan dengan ujung kemejanya. Ia berikan pada Joy karena bentuknya cukup cantik. "Aku ikut menyesal, wan ah. Karena gara-gara aku kamu meninggalkan dia. " "Tidak." Wendy meraih gadis itu dalam pelukannya. "Kamu yang menyembuhkanku. " Ketika sedang memeluk joy, Wendy bertanya-tanya pada dirinya sendiri. 'Kenapa dia masih melanjutkan sandiwara ini?' padahal saat ini hatinya benar-benar merasakan getaran yang begitu hebat saat mendekap Joy. "Kamu yang mengembalikan aku ke jalur yang benar." Untuk pertama kalinya Joy tidak menolak pelukan hangat pemuda itu. Dia bahkan tidak melawan saat bibir Wendy mengecup sudut bibirnya...... _________________________ "Dulu kamu menghamili Sunmi. Sekarang menghamili aku. Apakah puas kamu setelah tahu benihmu subur?" "Irene.! " Teriak seulgi lantang. Membuat semua atensi tertuju pada mereka. "Kenapa? Omonganku salah?" Tanya Irene sarkas. "Aku tidak pernah memperkosa kamu. Kita melakukannya karena sama-sama mau. " "Kalau saja kamu tidak menawariku permainan ini. Hal ini tidak akan terjadi. " "Lalu kenapa kamu mau bermain-main denganku?" Irene diam. Tidak bisa menjawab pertanyaan Seulgi. "Besok aku akan ke rumahmu. Minta izin ayahmu untuk menikahi kamu. " "Yak...Seulgi - Yah. Kamu gila?" ........... "Dekat bukan berarti aku mau jadi isterimu." Jawab Irene ragu-ragu. "Kenapa?" Heran Seulgi. "Aku tidak bodoh, Seul. Kamu fikir aku tidak tahu kamu mendekatiku karena apa? Perusahaan ayahmu hampir bangkrut kan ? Kalian butuh uang ayahku. " ______________________________ Son Wendy Park Sooyoung/Joy Kang Seulgi Bae Joohyun/Irene Jangan cari NC disini...gak bakal nemu Start publish : 3 Nov 2020

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido