We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FACADE
  • WpView
    Reads 141,779
  • WpVote
    Votes 6,340
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2015
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sebuah kisah fiksi dalam genre fantasy-romance, tanpa satupun kalimat sakral klasik 'aku mencintaimu' di dalamnya. Akulah sang kasat mata. Ada, namun seakan tak ada. Sebuah kisah mengenai bagian tergelap dalam diri ciptaan Tuhan, mereka yang menyembunyikan wajahnya di balik lapisan topeng. Freya Knight adalah satu-satunya gadis dalam kelompok pemburu iblis dengan spesialisasi pemburu vampir. Masalah datang mengetuk pintunya saat senjata mematikan yang harus dijaganya dicuri darinya pada suatu malam. Hanya saja tidak berhenti sampai disitu, masalah juga mewujud padanya dalam bentuk sesosok prajurit emas bernama Earl Havens, seorang prajurit malaikat rupawan di bawah kepemimpinan Dewan yang berencana untuk mengaduk-aduk perasaannya dan mempermainkannya seperti boneka. Belum lagi saudara angkatnya sesama pemburu, Ashton Sevine yang selalu berada di sisinya untuk melindungi dan menyayanginya seperti adiknya sendiri, seiring berjalannya waktu memutuskan untuk menganggapnya lebih dari sekedar saudara. Kemelut melingkupi saat waktu berlalu dalam putaran lambat dan intensitas perasaannya yang menanjak, Freya Knight menemukan dirinya sendiri terjebak dalam balutan rahasia-rahasia masa lalu, pengendalian diri yang ekstrem, cinta tanpa kata, hasrat tak terbendung, dan pengkhianatan oleh orang yang disayanginya. Kekuatannya sendiri akan mengejutkannya. Dan ketika loyalitas dipertanyakan, kematian mungkin tak terhindarkan sebagai bagian dari pengungkapan kebenaran. Kematian mungkin pengorbanan dalam diam, tapi kebenaran tidak pernah abu-abu. ---------- Catatan dari Penulis: Mereka yang berpikiran sederhana, tidak disarankan untuk membaca cerita ini. Bukannya sombong, semata karena plot-nya rumit, penulisnya skeptis, dan karakternya hedonis. Singkatnya, saya merusak total kaidah-kaidah dasar penulisan dan moral, menggantinya dengan versi saya sendiri. Jangan sampai terpengaruh dan jangan menghakimi saya hanya karena tulisan saya :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kingdom In Ashes
  • Prince or Princess (DALAM PROSES REVISI)
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Rakta
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Bukan Antagonis [END]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride

Suara lonceng tua menggema di antara kabut yang menggantung rendah di lembah Kastil Velraeth. Di puncak menara tertinggi, seorang gadis duduk membisu, membelakangi jendela berjeruji besi. Rambutnya hitam menjuntai, kulitnya pucat seperti pahatan batu, dan matanya kosong... seolah menyimpan kutukan dunia lama. Mereka memanggilnya anak iblis, kutukan berdarah, pewaris tak diinginkan dari Kerajaan Eltherra. Ia dikurung sejak delapan tahun, setelah seorang prajurit hangus oleh api yang muncul dari telapak tangannya sendiri. Dua belas tahun berlalu. Hari ini, pintu baja yang tak pernah terbuka itu berbunyi. Langkah asing mendekat, bukan milik penjaga. Dan dari balik jeruji, seorang pria berjubah hitam berdiri, matanya segelap malam, tangannya membawa surat tua bersegel darah. "Putri Seraphine Elmyra," ucapnya. "Aku datang bukan untuk menyelamatkanmu. Aku datang untuk menagih pernikahan kita-janji darah yang dibuat sebelum kau lahir." Seraphine tersenyum tipis. "Sudah terlambat," bisiknya. "Karena siapa pun yang mencintaiku... akan terbakar." Dan dari kejauhan, angin membawa bisikan yang telah lama dilupakan: "Jika darah iblis bersatu dengan darah manusia... maka kerajaan akan jatuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines