Story cover for Our home  by natalindira
Our home
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Mar 03, 2023
Pulang adalah sebuah akhir dari tujuan yang jalannya mungkin susah untuk ditemukan. Mungkin akan ada yang tersesat atau begitu cepat menemukan sebuah jalan untuk pulang. Bergantung pada pilihan setiap orang. Kalau kamu?akan memilih jalan cepat atau tersesat dalam perjalananmu untuk pulang? 
Hidup terlalu singkat jika kita tidak menikmatinya. Semoga aku, kamu dan kita menemukan cerita terbaik dalam perjalanan pulang.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Our home to your library and receive updates
or
#122prolog
Content Guidelines
You may also like
THE CLIMB [Completed] by prlstuvwxyz
8 parts Complete
Cerita diprivate acak biar gak diacak-acakin. Follow dulu kalo mau baca secara lengkap (Humor-Teenfiction) "ngakak terus daritadi" "ceritanya mulai bikin baper euy, ada cerita yang relate banget lagi sama aku" "gue baper kadang ketawa kadang nangis, kadang dibilang mama 'kamu kenapa sih?' atau ga 'kamu chatan sama pacar ya?' padahal ga punya" "ya allah nyesek amat ya jadi lu" "ga tau harus tawa atau ikut sedih" "boljug caption ig" "gue yakin 100% yang buat cerita ini otaknya rada geser juga" "gue ga berenti ngakak kalo alip ngomong" "deg-deg an nih, kalo gue di posisi mereka" "jadi pengen kesitu" "kok lucu sih thor, gue ketawa mulu kalo baca story lu" "gue sedih sambil ngakak kayak orgil" "nah iya gue juga bingung kasih tau dong thor" Tentang Alyviah yang kepergok calon gebetan, sedang 'Bersolo Karir' di depan kipas angin ruang tamu rumahnya. Dan ketika Alyviah sedang melangsungkan 'Konser Tunggal' di dalam kamarnya, lagi-lagi ia kepergok. Misi tersulit Alyviah cuma satu, melelehkan es batu berjalan seperti Rafka si 'Anak Gunung'. Seperti kalian ketahui, karakter Anak Mapala atau Anak Gunung biasanya lebih mementingkan 'Dunia Alam' nya, ingin bebas, tidak mau terikat dengan apapun, tidak suka peraturan, dan berbagai karakter lainnya. Ya memang sih, Anak Mapala juga jadi incaran cewek-cewek di kampus karena mereka adalah sosok petualang. Kemungkinan perjuangan Alyviah akan seperti pendakian. Medannya terjal dan membuat kelelahan karena miring beberapa puluh derajat, tidak lurus, kadang licin, terjungkal, tersungkur, dan terjatuh. Namun, apakah akhir perjalanan Alyviah akan mendapati pemandangan yang indah? Terselip juga cerita tentang pendakian, ada beberapa gunung yang akan ditaklukkan. Mari mendaki---tertawa, sedih, kesal, kecewa, marah, baper bersama!
You may also like
Slide 1 of 10
RUMAH TENGAH cover
Path cover
Bentangan Payung Biru cover
Karena Kamu Rumahnya  cover
Loket 13 cover
After You, The Rain Felt Different  cover
PROSA "Proyeksi Rasa" [END] cover
THE CLIMB [Completed] cover
Untuk Kamu, dan Semua yang Kupanggil Pulang cover
Rumah cover

RUMAH TENGAH

4 parts Ongoing

Apakah rumah tempatku berpulang akan sama jika saja rumah itu hilang? Bagaimana jika hidup yang selama ini aku jalani tidak lagi bisa seperti dulu saat rumahku benar-benar utuh? Kamu yang benar-benar berjanji akan selalu menemaniku, bahkan hilang pelan-pelan. Menyisakan banyak sayatan-sayatan perih yang tidak akan pernah bisa sembuh. Sekarang aku harus kemana untuk menyembuhkan luka itu. ... Rumah, 2024 "Abang tau jalan balik kan?" Tanya Harsa lewat sambungan telepon. Tidak ada sahutan dari seberang. "Abang terlalu lama pergi. Udah lama jauh dari rumah. Waktunya balik, Bang. Nggak semuanya hilang dari hidup Abang. Di rumah masih ada aku yang nunggu." Percakapan dari sambungan telepon itu seperti tidak memiliki lawan bicara. Hanya Harsa yang berbicara. Biyan yang ada di seberang hanya mendengarkan napas berat Harsa yang tidak mendapat respon darinya. "Bang, pulang. Rumah Tengah selalu jadi rumah terakhir buat Abang singgah." Tut...tut...tut. ... Cerita yang akan aku bagikan kali ini adalah cerita tentang 6 sahabat dalam melewati kehidupan mereka yang terjadi di Jalan Sayap Merah tempat Rumah Tengah berdiri tegak. Rumah Tengah berdiri untuk menopang pundak mereka yang mulai kehilangan tempat bertumpu. Rumah Tengah berdiri untuk menjadi rumah terakhir untuk keenam sahabat itu pulang.