"Bagaimana kau membunuh iblis jika senjatamu melarangmu menumpahkan darah?" Taqi Dirgantara punya segalanya: kekayaan, kekuasaan, dan masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam. Empat belas tahun lalu, ia hanyalah bocah yang menyaksikan orang tuanya dibantai oleh rekan bisnis yang serakah. Kini, ia kembali bukan untuk menuntut balas dengan peluru, melainkan dengan Pena Emas-artefak warisan Dewa Rukawi yang memberinya kuasa mengubah realitas, namun dengan satu kutukan mutlak: Dilarang Membunuh. Di siang hari, ia adalah CEO PT Harapan Jaya yang dingin dan penuh perhitungan. Di malam hari, ia adalah The Closer, vigilante yang memburu para koruptor dan kriminal yang tak tersentuh hukum. Namun, musuhnya bukan sekadar manusia. Dari bayang-bayang Jakarta hingga lorong waktu di Gunung Meru, Taqi harus menghadapi konspirasi Elite Global, sihir kuno, dan iblis yang bersemayam dalam sistem keuangan dunia. Ketika cinta dan tugas bertabrakan, dan batas antara pahlawan dan monster semakin tipis, Taqi harus menjawab satu pertanyaan: Bisakah keadilan ditegakkan tanpa darah? Atau ia harus melanggar sumpah dewa demi menyelamatkan dunia yang sudah sekarat?
Mais detalhes