TWO BEST FRIENDS

TWO BEST FRIENDS

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 16, 2023
Dua minggu sebelum malam pergantian tahun Yudhis mendengar kabar dari ibunya bahwa sahabat kecilnya ini mengalami kecelakaan. "Eh.. kapan deh dia kecelakaan bun? Kok aku gatau sama sekali? Ah kebiasaan banget deh tiba-tiba, masa hadiah ulang tahun ku gini..." kabar tersebut membuat dia kaget dan sekaligus membuatnya sedih. Tinggal menghitung bulan saja umur Yudhis akan bertambah, Theo akan memberikan hadiah saat Yudhis ulang tahun nanti, tetapi umur sahabatnya yang telah diambil dahulu. Dia sudah hafal dengan tingkahnya. Entah dia pergi ke cafe di suatu tempat atau bahkan diajak langsung oleh ibunya. Karena dia seperti anak-anak yang mengalami broken home. Iya tidak memiliki tujuan mau kemana. Dia selalu saja keluar rumah. Katanya merasa bosan kalau di dalam rumah terus-menerus. "Yang bunda dengar sih.. katanya dia tertabrak oleh truk saat dalam perjalanan ke cafe yang dia suka itu," sang bunda langsung mengusap surai anaknya, supaya dia tenang dan tidak menangis. copyright© Nayanika Gentari, 2023. Hak cipta dilindungi undang-undang. start: 4 maret 2023 end: -
All Rights Reserved
#100
hongjoong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • 𝗦𝗶𝗹𝗲𝗻𝘁 𝗕𝗼𝘆 [✔]
  • 2 WOUNDED SOULS ( ON GOING! )
  • [✔]Voices . Ateez
  • Become a Single Mom, Seriously?! [End]
  • [✔]Amnesia . JoongHwa
  • P S Y C H O ➝ ( A T E E Z )✓
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Baby By Me ! | Yuwin
  • Bungsu [END]

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines