Utalika

Utalika

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 20, 2023
Dirimu itu seperti utalika lautan yang kian datang dan pergi. Disaat aku menulis tandha di pasir pantai disana, ia selalu tersapu oleh ganasnya ombak. Dan kau juga bagai sandhya yang selalu berwarna merah. Apakah kau masih menyimpan cidhra itu, wahai arutala ku? Ini tentang sang penulis dan sang bulan. Mereka sama-sama menuliskan cerita mereka di putihnya pasir pantai, disaat sandhya akan bertemu chandra. Seperti aksa dan amerta, mereka jauh dan akan abadi seperti itu. Berpisah saat swastamita tiba itu hal yang wajar bagi mereka. Tapi, swastamita itulah akhir dari sang penulis dan sang bulan, yang akan menjadi tandha sandyakala yang amerta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Payung Untuk Berteduh | END
  • Memories in Moon
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • KALINDRA
  • Gus Bara
  • Setelah Langit Berbisik
  • ARGAN
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]

Baca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah sekian lama aku jatuh hati lagi dengan kerlingannya kerlingan mata yang bagaikan senja disore hari Mata itu memang indah namun ada penyesalan mendalam setiap kali aku bertatapan dengannya. Rasa penyesalan yang mendalam dan rasa bersalah yang takut tak termaafkan. Andai kau tau aku telah jatuh hati denganmu, dengan binar mata indahmu Kau adalah penenang bagiku, melihatmu adalah candu untukku. Tapi apa kau akan memaafkan aku Keyra Ulfa Mutiara? Aku mohon jangan pergi lagi dari hidupku Jadilah pelita yang menerangkan hidupku yang penuh kegelapan karena kesalahan. ~Dafa~ Cinta? aku tidak tau apa itu cinta... Aku mendayung sampanku hingga ke tengah lautan Ombak besar sering kali menerjang, Aku sendirian, menghadapi badai yang tak segan menyerang Aku hanya berpegang pada Sang Pencipta Kasih sayangnya menolongku, membawaku menepi pada indah nya pulau Desir angin di pulau itu menyejukkanku Ku temukan seseorang yang begitu sangat membuatku jatuh hati ketika aku melihatnya senyumnya memberikan rasa nyaman tersendiri Tapi bagaimana jika dia yang aku cintai adalah orang yang telah membuatku juga berada di tengah lautan. membuatku menerjang badai besar dengan hempasan ombak tanpa ampunan Haruskan aku memaafkannya dan menerimanya? Oh Allah lapangkanlah hati ini agar mampu mencintainya dan menerima kesalahannya ~ Keyra ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines