I Miss That Stranger (30 Chapter)

I Miss That Stranger (30 Chapter)

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 13, 2025
Waktu itu kamu datang dengan senyum dan cerita manismu, mengisi waktuku dengan hal positif dan membuatku merasakan cinta yang jarang kudapat. Sekarang kau menikmati harimu dengan orang baru itu, kupikir aku satu satunya bintangmu, aku satu-satunya peganganmu saat kau mulai rapuh, nyatanya kau punya banyak tangan untuk diraih, dan aku salah satunya. Tapi terimakasih untuk 6 bulanmu itu dengan kebahagiaan sekaligus luka yang kau toreh dihatiku. Ini ceritaku untukmu Alfariqi Rian. - Mella Irivani
All Rights Reserved
#69
dailylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • [END] Lintas Takdir
  • YOU'RE (NOT) MINE--Completed
  • Filantropi [SELESAI]
  • RANNA
  • Berharap Denganmu
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • INTUISI [END]
  • Aila Varisha

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines