THE INDIGO | DEATH

THE INDIGO | DEATH

  • WpView
    Bacaan 2
  • WpVote
    Undian 2
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Apr 3, 2023
Tolong.... Tolong aku...... Jangan mendekat..... Jangan mendekat.... Siapapun tolong aku..... Aaaaaaa....... POV Yuna Hidup itu bagaikan sebuah daun yang terkadang mekar dan pasti akan berguguran.. Perkenalkan aku Yuna Angelia Fujiwara memiliki kemampuan yang tidak biasa bisa melihat hal hal mistis yang sering disebut indigo. Aku baru saja pindah dan tinggal di Indonesia rumah yang menurutku cukup luas dan megah. ibu dan ayahku telah meninggal sedangkan aku hanya memiliki kakak laki-laki yang menetap tinggal di indonesia. Aku keturunan Jepang-indonesia yang baru saja metetap di Indonesia setelah tinggal bersama kakek dan nenekku dijepang hingga aku memutuskan tinggal bersama kakak laki laki ku. Kisah hidupku yang berawal biasa biasa saja muncul ketika pindah ke SMA nusantara II di daerah jakarta. Ketika itu aku tak sengaja melihat sesosok bayangan hitam yang telah ada sejak dulu yang merupakan arwah siswi yang meninggal karena depresi akibat pembulian yang ingin membalaskan dendam nya kepada siswa yang telah membulinya. Bagaimana kisah selanjutnya apakah Yuna akan menolong arwah tersebut atau akankah terjadi hal yang sangat mengerikan.... Cover by pexel Editing with canva
Hak Cipta Terpelihara
#539
jepang
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Give | GxB [TAMAT]
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • the magical forest {CH}
  • THE PRINCE OF DARK[Countryhumans]
  • Annisa Nur Fathihah (accident in my side)
  • Escape From Fate
  • ALVIN (On Going)
  • My Second Life (Completed)

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi