Salju dan Lenteranya

Salju dan Lenteranya

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Salarume Juandra seorang vloger daily activity, anak dari suami istri pengusaha sukses dibidang kamera yang memiliki beberapa anak perusahaan di berbagai negara, memiliki adik bernama brama yang super duper protektif karena salarume kakanya memiliki penyakit yaitu panic attack yang mungkin akan kambuh dimanapun salarume merasakan panik yang berlebihan. Salarume Juandra yang dipanggil salju sehari harinya, kehidupannya berubah sejak bertemu dengan pria bernama Lenardi Terafis yang dikenal seantero kampus drngan nama singkatannya Lentera. Lelaki dengan paras sangat rupawan rahang tegas dengan hidung yang menjulang tinggi membuat wajahnya semakin sempurna ditambah senyumannya yang manis membuat lentera menjadi artis kampus, kisah dua insan ini di awal tidak mudah karena ada kesalahpahaman antara Salju dan Lentera dan setelah menjadi kekasih pun masalah tak ada ujungnya yang hampir membuat salju kehilangan hangatnya sang lentera dan lentera hampir tidak akan merasakan lagi kesejukan saljunya. Bagaikan kisah romansa di cerita lain yang happy ending, Salju dan Lentera hanya ingin kisah yang selalu diiringi oleh restu sang semesta agar mereka selalu bersama karena semua hal buruk ingin mereka berpisah tanpa mereka sadari banyak sekali hal yang akan mereka lalui yang membuat mereka semakin kuat dan semakin saling melindungi, Lentera hanya bisa membuat Salju yakin bahwa cinta sesungguhnya itu terletak pada hati mereka yang yakin akan hubungannya akan selalu ada jalan baik ketika mereka berjuang bersama. "Entah kebetulan atau bukan disatu titik aku sangat menyukai dingin begitu pula salju, kamu tidak menyukainya tapi kamu hadir dengan cahaya terbaikmu agar selalu menemaniku disisi terdinginku". - Salarume Juandra "Bahkan aku bisa membuat semua kedinginan didunia ini menjadi hangat untukmu walau aku sangat membenci dingin, tapi karena kamu saljuku dinginnya kamu akan selalu menjadi favoritku". - Lenardi Terafis
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Gema Hati Muda [ NEW VERSION }
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]
  • Winter
  • Cuaca
  • DREAM ✓
  • The Day You Will Never Come
  • Salam untuk senja [SUDAH TERBIT]
  • Cinta Itu Polos?
  • Dear Rayna (Revisi)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines