Daddies
  • WpView
    Reads 9,935,840
  • WpVote
    Votes 55,475
  • WpPart
    Parts 127
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 18, 2024
Clarissa membuka matanya, "Hmm?" ia terkejut ketika melihat tangannya dirantai "Apa ini? Lepaskan!" ia mencoba meronta ronta tetapi tidak bisa.Kemudian ia mendengar suara high heels yang mendekat ke arahnya "Siapa kamu? Kenapa kamu mirip sepertiku?" "Aku? Aku adalah dirimu yang jauh di dalam pikiran dan ragamu." Wanita itu berkeliling di sekitarnya, melihat dari atas sampai bawah . "Apa kamu tahu, kamu terlihat sangat mengenaskan! Lihatlah pakaianmu, lukamu, dan... " Ia menangkap dagu Clarissa dan melihat kondisi wajahnya. "Dan wajahmu yang sudah penuh dengan luka. Jika kamu memilih untuk meninggalkan mereka mungkin hidupmu akan bebas sepertiku. Ingat Clarissa, cinta membuat ibumu menderita, ibumu yang cantik dan sangat baik itu tergila-gila kepada lelaki yang bahkan tidak mencintainya sepenuhnya." "Maksudmu?" "Apa kamu tahu kisah lady Diana? Dia sama seperti Diana. Bedanya adalah ibumu masih memilih tetap bersama dengan pria bajingan itu." Clarissa hanya menunduk diam karena apa yang dikatakan wanita itu adalah fakta. Bulir-bulir bening sudah terjun bebas dari sudut matanya. "Pegang tanganku dan aku akan membawamu pergi dari neraka ini..." Ini cerita ORIGINAL Yang laen tanpa ada cap marmutnya plagiat
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • HADIAH
  • Possessive Chef In Denial ✓ | (PREVIEW)
  • Friend Zone ! [END]
  • OM DUDA KU YANG SEKSI (TAMAT)
  • BAD FIANCÉ

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines