
Di sebuah kota kecil yang dipenuhi aroma buku lama dan denting hujan sore, aku menjalani hari-hariku dengan tenang. Sejak kecil, aku tumbuh bersama mimpi-mimpi yang kuselipkan di antara halaman novel yang kubaca hingga larut malam. Dari cerita-cerita itu, aku belajar bahwa cinta bukan hanya soal dua hati yang bertemu, tetapi tentang kisah yang ditulis dengan makna-seperti sastra yang selalu membuatku jatuh cinta pada kata-kata. Aku selalu berharap suatu hari nanti ada seorang pria yang melihatku bukan sekadar sosok yang lewat dalam hidupnya, melainkan seseorang yang ingin ia jaga dan perjuangkan. Dan dalam doaku yang paling sunyi, aku membayangkan ia adalah pria yang tampan, tenang, dan sangat mencintai sastra-seseorang yang bisa memahami bahasa hatiku sama mudahnya ia memahami bait-bait puisi. Tapi hidup tidak pernah sesederhana cerita roman yang sering kubaca. Kadang, pertemuan yang kutunggu tak kunjung datang, dan justru hal-hal kecil yang tak pernah kurencanakan berubah menjadi awal sebuah babak baru. Aku belum tahu apa yang menungguku di depan. Yang aku tahu hanyalah satu hal, bahwa perjalanan hatiku sebentar lagi berubah bukan seperti kisah yang kubayangkan, tetapi mungkin jauh lebih nyata, lebih menantang, dan lebih indah daripada apa pun yang pernah kutemui dalam sebuah buku. Cover by: pinterestAll Rights Reserved
1 part