Pada Surga yang Engkau Janjikan

Pada Surga yang Engkau Janjikan

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 7, 2023
Bagaimana cinta menghantarkanmu pada sebuah tujuan? Dapatkah ia menjadi jalan menuju surgaNya? Dan apakah cinta pandangan pertama itu ada? Ahsan, pemuda itu sama sekali tak sempat memikirkan apa itu cinta. Hingga peristiwa di bus kota siang itu membuatnya kagum tentang cara cinta bekerja dan membuatnya jatuh hati pada Adzkia. Pertemuan keduanya terjadi di serambi masjid senja itu, yang membuat lelaki itu semakin jatuh cinta pada Adzkia. Namun sebaliknya, cinta yang menggema di hati Adzkia dibiarkan menguap karena dia takut bahwa bukan Ahsan lah penuntun jalannya ke surga. Namun bukan Ahsan jika tak berhasil meluluhkan hati seorang perempuan. Di janjikannya surga untuk Adzkia hingga perempuan itu memutuskan mau menikah dengan lelaki asing. Lalu apa peran restu? Jika cinta dua manusia telah dibutakan oleh cinta dunia? Akankah mereka tetap memenuhi janjinya atau malah melepaskan setelah tahun-tahun yang dijalani tanpa restu adalah hidup paling hampa? Hingga kehadiran orang ketiga pada hidup masing-masing membuat cerita berbeda dari yang seharusnya terjadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR
  • Perjalanan Syahadat (END)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • AIR (Ketika dua air yang berbeda arti disatukan atas nama cinta) KOMPLIT
  • Menjemput CintaMu   (Allah, Aku & Dia)
  • Langit Senja di Kota Nabi

"Cinta tak pernah meminta izin, tapi pilihan selalu menuntut pengorbanan"--Mozza azna rayla "azna kau sudah tau sejak lama...... aku tak tau kenapa aku harus berada di pilihan sulit ini" kata ahnan putus asa "kakak lebih tau, bakti pada guru itu adalah hal terbaik" kata azna sedikit bergetar dan menahan tangis " tapi aku sama sekali tidak mencintainya" kata ahnan tegas "kakak tau di dunia ini bukan cuma ada rasa, tapi juga ada pilihan" kata azna sedikit pelan " tapi , akuuu....." perkataan ahnan terpotong "kalo memang ini adalah jalan terbaik, aku juga akan ikut senang (tersenyum sayu), assalamu'alaikum kk" azna pergi dengan sedikit berlari kecil sambil menyeka air matanya yg ternyata menetes tanpa perhitungan Langkah kaki Azna menjauh, meninggalkan Ahnan terpaku di tempat. Kata-kata Azna bergema di telinganya, menusuk hatinya seperti sebilah pedang. Jalan terbaik? Senang? Itukah yang dirasakan Azna? Atau hanya sebuah topeng untuk menutupi luka yang sama dalamnya dengan jurang yang menganga di antara mereka? Dia mencintai Azna, cinta yang terpendam, terbungkam oleh rasa bakti dan kewajiban. Bayangan wajah gurunya muncul di benaknya, sosok yang begitu dihormati, yang telah membimbingnya, yang telah memberikan segalanya. Bagaimana mungkin dia bisa menolaknya? perjodohan yang di buat oleh gurunya, Bagaimana mungkin dia bisa mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan? Namun, bayangan wajah Azna, dengan air mata yang menggenang di matanya, lebih menyayat. pilihan yang sulit, dan rasa sakit. Ahnan sesak.di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan. Di antara cinta dan kewajiban, di antara Azna dan gurunya, dia tersesat dalam labirin dilema. Langit di atasnya seakan turut berduka, gelap dan mencekam, mencerminkan keputusasaan yang menguasai hatinya. Apakah ada jalan keluar dari belenggu ini? "Cinta terkadang hadir sebagai pilihan yang menyakitkan, di antara rasa yang tak terucap dan jalan yang tak tertemukan."--Ahnan keylan daneswara

More details
WpActionLinkContent Guidelines