Baris Cerita

Baris Cerita

  • WpView
    Membaca 98
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 28
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 13, 2023
WpInfo
Puisi
Barisan kata tentang rasa yang tak mampu diucap apalagi disampaikan. Tak bisa dijelaskan dan tak punya pendengar. Ini hanya kumpulan curhatan singkat dari seorang yang suaranya tak pernah dianggap penting oleh orang terdekatnya. Dan juga tentang awal mula aku dengan dia. Bagaimana perasaanku saat dengannya juga situasi, keadaan saat kami bersama. Ini juga caraku menyimpan momen, kisah yang kelak ingin kuceritakan sebagian dari pengalaman dan rasa yang pernah kulalui pada mereka, anak-anakku dimasa depan jika Tuhan masih mengijinkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#559
tulisan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Monolog
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Nuginara [END]
  • Diary hati:)
  • Antara Aksara dan Kata

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan