We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End]

Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End]

  • WpView
    Reads 2,216
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Rintik hujan membasahi tanah dengan irama yang hampir menyentuh hati. Di dalam pelukan hujan,Nazeera merasakan kebingungan dan kegelisahan yang mengalir dalam alur air yang turun dari langit. Tetapi di tengah rintik hujan yang mengalir, ada keindahan tersirat dalam kesedihan yang dia rasakan. Kehangatan dari pelukan hujan tidak lagi memberinya ketenangan, melainkan menambah derasnya air mata yang mengalir di pipinya. Seperti hujan yang tak henti-hentinya mengguyur, Nazeera merasa dirinya semakin terpuruk dalam keputusasaan. Dalam pelukan hujan, Nazeera merasa hancur dan terpisah dari kedamaian sementara yang biasanya ditemukannya. Meskipun hatinya masih dilanda oleh kebingungan, tetapi kali ini dengan keputusasaan yang mendalam. Dia tahu bahwa, seperti hujan yang tak kunjung berhenti, pergulatan batinnya pun tidak akan mereda dengan waktu. Dan pada saat yang pahit, kabar bahwa Darren akhirnya menikahi Cassandra membuatnya menangis hancur, menangis di bawah guyuran hujan yang semakin memperkuat kesedihannya. "Terkadang, Perpisahan adalah bagian dari perjalanan hidup kita. Semoga langkahmu selalu dipandu oleh cahaya keberanian dan kebijaksanaan. Sampai jumpa lagi, Darren" ucap Nazeera dengan tulus
All Rights Reserved
#90
supermarket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Mendung Terakhir [End]
  • BROKEN HEART [END]
  • Dua Garis Takdir
  • HUJAN TERAKHIR YANG MEMBAWAMU PERGI

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines