Atasan Nakal

Atasan Nakal

  • WpView
    Reads 349,824
  • WpVote
    Votes 4,465
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita Evan bertemu atasan nakal di kantor baru nya. Hi semua apa kabar? Sudah lama gw ga publish cerita. Untuk mengobati kangen, cerita kali ini gw buat agak panjang dan alur cerita jauh lebih lambat dari biasanya. Semoga teman-teman suka dgn style ini ya. P.S. Mengandung unsur dewasa, percintaan sesama jenis, dan bahasa kasar, bagi yg di bawah umur, homophobic, dll. Boleh berenti di sini. =============================================== Tidak disangka-sangka ternyata jendolan di selangkangannya sudah menggunung. "(Image) burung siapa nih yang bangun?" "Kamu mau stop ga van" Terlihat isi chat gw dengan nya. "Stop? Apa mau aku bantu keluarin?" Balas gw. Selamat membaca, jangan lupa comment and vote. #4 hotguys 04/23 #6 ceritagay 04/23 #10 officeromance 04/23
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • My Way to Find You 🔞 [END]
  • The Hot School
  • The Sweet Revenge
  • Perfect Assistant
  • Posesif: Alden x Sabian [END]
  • My New Instagram Story

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines