Bukan Tentang Tawa

Bukan Tentang Tawa

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 10, 2023
"Bahasa sansekerta itu indah tau" Lara menatap Gama dengan tatapan teduhnya lalu tersenyum tipis. Ia memandang kedepan lagi dan menatap awan yang mendung dan mungkin sebentar lagi akan turun hujan. "Gue ga pernah tertarik sama bahasa sansekerta ra,dan gak peduli akan hal itu,dan lo satu satunya orang yang gue temuin yang suka sama bahasa sansekerta" Tutur Gama. "Bahas sansekerta itu punya makna tersendiri Gam,dan gue akui emang ga banyak orang yang suka sama bahasa sansekerta. Tapi,gue pengen kelak nanti nama anak gue harus pake bahasa sansekerta" Ucapnya. Gama tertawa renyah dan mengelus rambut Lara. "Anak kita Ra, gue ayah nya dan lo ibunya" Gama mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda Lara. Lara menatap Gama lalu tersenyum tipis "Bahkan lo bisa ngomong kaya gitu Gam, padahal besok lo nikah sama sahabat gue,lucu ya lo" Lara terkekeh pelan lalu membuang muka ke arah lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAHESA
  • Gasa(Rabbani)
  • Horibble Woman (END)
  • You Had My Heart
  • ARENA
  • Ellara Le Runa
  • Love Letters [END]
  • SUDDEN SHOWER | Dia yang sempurna
  • ALTEZZA EL !On Going!
MAHESA

Hanya Aira Aletta yang mampu menghadapi keras kepala, keegoisan dan kegalakkan Mahesa Cassius Mogens. "Enak banget kayanya sampai gak mau bagi ke gue, rotinya yang enak banget atau emang gara - gara dari orang special?" Mahes bertanya sambil menatap tepat pada mata Aira. "Eh.. Tuan mau?" Aira mengerjapkan matanya. "Mau, gue mau semuanya!" Mahes merebut bungkusan roti yang masih berisi banyak, kemudian langsung membawanya pergi. Aira reflek mengejar Mahes. "Tuan kok dibawa semua? Aira kan baru makan sedikit," Aira menatap Mahes dengan raut memelas. "Mulai perhitungan ya lo sekarang sama gue." "Enggak kok, tapi kan rotinya enak, Aira masih mau lagi," Aira berkata dengan takut-takut. "Ga boleh!" Mahes langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga menuju kamarnya. Aira langsung cemberut menatap punggung Mahes yang mulai jauh. Cerita dengan konflik ringan

More details
WpActionLinkContent Guidelines